View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh cara dan lama penyimpanan hama pengorok daun, Liriomyza sp. (Diptera : Agromyzidae), terhadap konsentrasi DNA

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (8.021Mb)
      Date
      1999
      Author
      Rahayuwati, Sat
      Hidayat, Purnama
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh cara dan lama penyimpanan Liriomyza sp. terhadap konsentrasi DNA-nya. Larva, pupa dan imago dikumpulkan dari pertanaman kentang di Pangalengan, Jawa Barat. Sebagian sampel disimpan dalam alkohol (70%), beku (-20°C), dan kering untuk diekstraksi DNA-nya setelah 30, 60, dan 90 hari. Serangga segar digunakan sebagai kontrol. DNA diekstraksi dengan menggunakan metode Goodwin et al. (1994). Ekstraksi DNA dilakukan di laboratorium Virologi Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) dari bulan Februari sampai bulan Juli 1999 sedangkan pengukuran konsentrasi DNA dilakukan dengan spektrofotometer Hitachi 2010 di Laboratorium Biologi Molekuler dan Kehutanan, Pusat Antar Universitas (PAU), IPB. Hasil pengukuran konsentrasi DNA menunjukkan bahwa kontrol menghasilkan konsentrasi DNA tertinggi. Penyimpanan beku dan alkohol menghasilkan konsentrasi DNA yang tidak berbeda nyata dengan kontrol. Cara penyimpanan kering menghasilkan konsentrasi DNA paling rendah. Dalam berbagai cara penyimpanan, konsentasi DNA tertinggi berturut-turut dihasilkan dari stadia larva, pupa dan imago. Pada dasarnya terdapat penurunan konsentrasi DNA yang berbanding lurus dengan lama penyimpanan. Dalam jangka 90 hari, penurunan konsentrasi DNA dari berbagai cara penyimpanan dan stadia serangga relatif kecil. Penyimpanan cara beku merupakan cara penyimpanan yang terbaik apabila freezer tersedia walaupun demikian cara penyimpanan dengan alkohol lebih praktis untuk di lapang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145980
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository