Morfologi dan struktur fungsional ovarium kambing serta kualitas oosit pada satu periode siklus estrus
View/ Open
Date
2001Author
Kusnandar, Deden
Boediono, Arief
Djuwita, Ita
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebutuhan masyarakat akan pangan, khususnya protein hewani dewasa ini cenderung selalu meningkat baik dalam segi kuantitas maupun kualitas. Kecenderungan ini perlu diantisipasi oleh seluruh sektor pertanian khususnya sektor peternakan. Pengembangan ternak kambing merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan terutama dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani. Ovarium merupakan organ reproduksi primer hewan betina yang mempunyai dua fungsi dasar yaitu sebagai organ eksokrin yang akan memproduksi sel telur (oosit) dan sebagai organ endokrin yang akan mensekresikan hormon kelamin betina yaitu estrogen dan progesteron. Siklus estrus adalah interval antara timbulnya suatu peride berahi ke permulaan berahi berikutnya. Siklus estrus terbagi atas empat fase yaitu proestrus, estrus, metestrus dan diestrus. Fase proestrus dan estrus merupakan fase folikuler. Sedangkan metestrus dan diestrus merupakan fase luteal dimana terdapat korpus luteum pada ovariumnya.
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh siklus estrus dan posisi ovarium terhadap berat dan ukuran ovarium serta jumlah folikel dan kualitas oosit. Kualitas oosit dikelompokan berdasarkan kekompakan sitoplasmanya dan sel kumulus oophorus yang mengitarinya.
Hasil pengamatan terhadap ukuran lebar, tebal dan volume ovarium menunjukan perbedaan nyata (P<0,05) antara kambing yang berada pada fase luteal dan fase folikuler (1,215 ± 0,263 vs 1,043 ± 0,182 untuk lebar, 0,894 ± 0,254 vs 0.777 ± 0,169 untuk tebal dan 2,00 ± 1,31 vs 1,333 ± 0,660 untuk volume). Sedangkan ukuran panjang ovarium, berat dan jumlah folikel tidak menunjukan hasil yang berbeda (P>0,05) baik pada kambing yang berada pada fase luteal maupun fase folikuler (1,648 ± 0,363 vs 1,521 ± 0,286 untuk panjang, 1.414 ± 0,67 vs 1,060 ± ..dst
