Proses biotransformasi aflatoksin di organ hati dalam kaitannya dengan kerusakan organ hati
View/ Open
Date
2002Author
Primadona, Elvia Syahrini
Pribadi, Eko Sugeng
Metadata
Show full item recordAbstract
ta m Studi pustaka ini bertujuan untuk menelusuri proses terjadinya kerusakan hati melalui pemahaman proses metabolisme terhadap aflatoksin di organ hati. Aflatoksin, yang dihasilkan oleh kapang Aspergillus flavus, Aspergillus parasiticus dan Aspergillus nomius, akan mengalami proses biotransformasi dan bioaktivasi menjadi bentukan metabolit yang lebih toksik ketika masuk ke sistem metabolisme tubuh. Proses metabolisme aflatoksin terdiri dari dua fase. Pada Fase 1, aflatoksin mengalami proses oksidasi yang melibatkan reaksi epoksidasi menghasilkan metabolit AFB1- 8,9-epoksida, reaksi hidroksilasi menghasilkan metabolit AFM, dan AFQ1, reaksi O- dimetilisasi menghasilkan metabolit AFP1, dan reaksi reduksi menghasilkan metabolit aflatoksikol (AFL). Reaksi konjugasi yang terdiri dari reaksi konjugasi glutathione dan glukoronidasi terjadi pada Fase II. Reaksi konjugasi glutathione dari metabolit epoksida membentuk AFB1-terkonjugasi GSH. Reaksi glukoronidasi dari metabolit reaksi hidroksilat menghasilkan metabolit yang mudah dikeluarkan dari tubuh. Metabolit aflatoksin menimbulkan perubahan-perubahan pada hati secara patologik berupa infiltrasi lemak, nekrosa, ikterus, dan kanker hati. Sedangkan perubahan secara histologik berupa kerusakan sel-sel hati. Perubahan patologik dan histologik ini menimbulkan gejala klinis berupa pertumbuhan yang terhambat, hiperbilirubinaemia, hiperbiliverdin pada kelompok unggas dan hiperbilirubinuria pada hewan selain unggas; dan rentan terhadap infeksi penyakit.
