Pengaruh luas lantai kandang dan tingkat pemberian vitamin C terhadap performans ayam broiler
Abstract
Penelitian ini dilakukan selama enam minggu, terhitung dari tanggal 10 Mei sampai dengan 21 Juni 1991 di Laboratorium Ternak Unggas, Jurusan Ilmu Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui sampai sejauh mana interaksi antara luas lantai kandang dan tingkat pemberian vitamin berpengaruh terhadap konsumsi ransum, pertambahan badan, konversi ransum, mortalitas, "income and chick cost (IOFCC)". over C bobot feed
Percobaan ini men menggunakan 360 ekor ayam broiler strain Hybro. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 3 X 4 dengan ulangan sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah luas lantai kandang (A) yang terdiri atas 3 garaf, yaitu 2 untuk 10 ekor disediakan luas lantai 0,60 m² (A₁), untuk 10 ekor disediakan luas lantai 0.80 m² (A2), untuk 10 ekor disediakan luas lantai 1.00 m² (Ag). Faktor kedua adalah tingkat pemberian vitamin C (B) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu 0.00 mg/kg ransum (B₁), 30.00 mg/kg ransum (B2), ransum (B4). 40.00 mg/kg ransum (B3), 50.00 mg/kg Pada penelitian ini diketahui bahwa interaksi
antara luas lantai kandang dan tingkat pemberian vitamin
C tidak nyata berpengaruh terhadap konsumsi dan konversi
ransum tetapi berpengaruh sangat nyata (P < 0.01)
terhadap pertambahan bobot badan. Perlakuan luas lantai
kandang berpengaruh sangat nyata (P<0.01)
konversi ransum Tingkat pemberian vitamin C
terhadap
tidak
berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum dan konversi
ransum. Angka mortalitas selama enam minggu penelitian
ini adalah 0.50 %. IOFCC yang tinggi dicapai pada ayam
broiler yang dipelihara pada luas lantai yang besar
.00 m²) 12) dengan tanpa pemberian vitamin C yaitu sebesar
(1.00
Rp 948.54.
IOFCC dalam skala usaha 10 ekor/m² lebih
tinggi 5.46 % dari skala usaha 17 ekor/m².
