Performa Ulat Hongkong (Tenebrio molitor) yang Dipelihara dengan Tingkat Kepadatan Berbeda
Date
2024Author
Khoiriyah, Faiza Ulfatul
Fuah, Asnath Maria
Mendrofa, Verika Armansyah
Metadata
Show full item recordAbstract
Ulat hongkong (Tenebrio molitor) merupakan komoditas ternak yang
termasuk ke dalam ternak prospektif. Pemeliharaan ulat hongkong harus dilakukan
dengan tepat sehingga menghasilkan produksi yang optimal. Kepadatan kotak
kandang pemeliharaan merupakan faktor yang berpengaruh pada saat pemeliharaan
dalam meningkatkan produksi ulat hongkong. Penelitian ini bertujuan menganalisis
performa ulat hongkong yang dipelihara dengan tingkat kepadatan berbeda.
Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat
perlakuan dan tiga ulangan untuk setiap perlakuan. Peubah yang diamati adalah
panjang badan, lebar badan, bobot kitin, bobot individu, bobot hidup total, dan
mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepadatan berbeda nyata (P<0,05)
terhadap performa ulat hongkong. Tingkat kepadatan sebanyak 500 gram pada
kotak kandang pemeliharaan memberikan hasil yang paling baik, yaitu pada rataan
panjang badan, rataan bobot hidup total, rataan mortalitas, dan rataan bobot kitin. Meal worms (Tenebrio molitor) are chategorized as prospective animals. The
farming of the meal worms must be done correctly to achieve their optimal
production. The density of the during farming box is a factor that influences the
maintenance process in increasing meal worm production. This study aims to
analyze the performance of meal worms raised at different density levels. The study
used a completely randomized design (RAL) with four treatments and three
replications for each treatment. The observed variables were body length, body
width, chitin weight, individual weight, total live weight, and mortality. The results
of the study showed significantly different density levels (P<0.05) on the
performance of meal worms. A density level of 500 grams in the farming box
yielded the best results, particularly in average body length, average total live
weight, average mortality, and average chitin weight.
