View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh lama penyimpanan bahan baku kayu karet (Hevea brasiliensis Muell.Arg.) dan kayu pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) terhadap kualitas papan semen partikel

      Thumbnail
      View/Open
      full text (21.94Mb)
      Date
      1997
      Author
      Gunawan, Agus
      Ruhendi, Surdiding
      Subiyanto, Bambang
      Prasetya, Bambang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penyimpanan bahan baku merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam kegiatan industri pada industri perkayuan termasuk industri papan semen. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri agar proses produksi dapat terus berlangsung. Penggunaan kayu karet dan kayu pinus umumnya untuk diambil getahnya dan sedikit sekali digunakan untuk bangunan, ini dikarenakan sifat kayu karet yang sangat rentan terhadap serangan serangga dan jamur sedangkan kayu pinus mudah terserang jamur dan mudah sekali terbakar. Untuk membuat papan semen diperlukan informasi mengenai kesesuaian kayu untuk di buat sebagai bahan baku papan semen. Informasi yang diperlukan diantaranya adalah kandungan gula kayu dan temperatur hidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar gula selama penyimpanan dan pengaruhnya terhadap kualitas papan semen yang dihasilkan. Pada tahap pertama dilakukan penyiapan serpih kayu karet dan kayu pinus sumber partikel untuk disimpan selama 1, 3, 5 dan 7 minggu. Untuk penyimpanan 0 minggu serpih langsung diolah menjadi partikel kayu. Tahap kedua adalah uji kualitas bahan baku yaitu determinasi kadar gula kayu dan deteminasi temperatur hidrasi. Determinasi kadar gula kayu dilakukan dengan metode Nelson Soumogy sedangkan determinasi temperatur hidrasi dilakukan berdasarkan metode Sandermann dari adonan semen-kayu karet dan semen-kayu pinus dengan kombinasi lama penyimpanan serpih kayu dan level MgCl2 (0%, 1,5% dan 2,5% dari berat semen). Tahap selanjutnya adalah pembuatan lembaran papan semen dan pengujian sifat fisik dan mekanik papan semen. Pembuatan papan semen digunakan partikel kayu karet, kayu campuran (campuran kayu karet: kayu pinus = 50: 50) dan kayu pinus dengan kombinasi lama...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145744
      Collections
      • UT - Forestry Products [2466]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository