Isolasi dan seleksi bakteri Vibrio sp. sebagai biokontrol untuk penyakit kunang-kunang pada larva udang windu (Penaeus monodon Fab.)
View/ Open
Date
2002Author
Juliantok, Emjik
Widanarni
Wahjuningrum, Dinamella
Metadata
Show full item recordAbstract
Bakteri Vibrio harveyi sebagai penyebab penyakit kunang-kunang pada larva udang windu telah resisten terhadap berbagai macam antibiotika sehingga penanggulangan terhadap penyakit tersebut menggunakan antibiotika tidak dapat dilakukan. Beberapa isolat Vibrio yang ditemukan tidak bersifat patogen penting untuk dipelajari sebagai biokontrol untuk alternatif penanggulangan penyakit tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan isolat Vibrio yang mampu berperan sebagai biokontrol untuk menekan atau menghambat pertumbuhan harveyi sebagai penyebab penyakit kunang-kunang pada larva udang windu.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2001 bertempat di Laboratorium Kesehatan Ikan dan Laboratorium Sistem dan Teknologi Budidaya. Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Metode penelitian yang dilakukan meliputi isolasi Vibrio kandidat biokontrol. pengujian sizat resistensi terhadap antibiotik rifampisin, pembuatan mutan V. harveyi resisten rifampisin, pengujian in vitro Vibrio kandidat biokontrol dan uji tantang pada larva udang. Parameter utama yang diamati yaitu penghambatan Vibrio sp. kandidat biokontrol terhadap V. harveyi B339 Rf pada uji in vitro, tingkat kelangsungan hidup larva udang, populasi V. harveyi B339 Rf dan Vibrio total pada larva udang yang mati maupun air media pemeliharaan serta kualitas air pada uji tantang.
Jumlah isolat Vibrio kandidat biokontro! yang berhasil diisolasi ada 31 isolat. Hampir semua isolat uji sensitif terhadap antibiotik rifampisin sehingga pemberian penanda resistensi rifampisin pada V. harveyi dapat digunakan untuk membedakan Vibrio sp. yang secara alami ada pada larva udang. Sebanyak 60 sel mutan 1. harveyi B339 Rf yang diperoleh mempunyai morfologi koloni dan pendaran yang sama seperti tipe liarnya sehingga dapat digunakan untuk uji selanjutnya.
