Studi kemampuan tumbuh dan permudaan jenis-jenis pohon pada areal hutan rawa gambut yang mengalami kebakaran : Studi kasus di Areal HPT PT.SBA Wood Industries, Sumaterra Selatan
Abstract
Ekosistem hutan rawa gambut adalah salah satu tipe ekosistem hutan basah di Indonesia yang unik dan memiliki aneka manfaat. Gangguan kebakaran hutan yang terjadi pada periode Agustus 1997 Februari 1998 terhadap ekosistem hutan gambut telah merusak 75% areal HPH PT. SBAWI, Sumsel. Usaha yang harus dilakukan adalah menstabilkan kembali ekosistem Hutan Rawa Gambut yang rusak dan tidak stabil akibat kebakaran hutan, dengan dukungan informasi mengenai jenis-jenis potensial lokal yang mampu bertahan dan tumbuh serta permudaan yang bisa beradaftasi terhadap lingkungan hutan yang telah mengalami kebakaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan tumbuh dan permudaan jenis-jenis pohon pada areal hutan rawa gambut yang mengalami kebakaran
Penelitian dilaksanakan pada periode April Mei 1998, di lokasi areal HPH PT.SBA Wood Industries, Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan pada objek vegetasi pohon yang berada pada tiga kondisi areal kebakaran yaitu Areal Tidak Terbakar (ATT), Areal Terbakar Ringan (ATR) dan Areal Terbakar Berat (ATB). Teknik sampling yang digunakan adalah Sistematic Sampling, pada masing-masing kondisi areal hutan dibuat tiga buah petak masing-masing berukuran 100 m x 100 m. dengan jarak antar petak 50 m. Pengambilan data dilakukan dengan sensus (intensitas sampling 100%) terhadap data permudaan yaitu nama jenis dan jumlah individu jenis, sedangkan untuk data pohon yang diambil adalah nama jenis, jumlah jenis, DBH, tempat dan intensitas kerusakan bagi pohon yang tidak bertunas serta tempat dan intensitas tunas bagi pohon yang telah bertunas. Pengolahan data terdiri dari analisis vegetasi, penghitungan daya tahan tiang dan pohon dan penentuan kemampuan tumbuh.permudaan (Kerapatan), tiang dan pohon (Kemampuan Tumbuh Aktual (KTA)) dan (Kemampuan Tumbuh Relatif (KTR)).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan pada areal hutan rawa gambut adalah terjadinya penurunan jumlah jenis individu yang berkisar antara 7.00% 60.67% dan penurunan jumlah individu jenis pohon yang berkisar antara 28.22% 87.86%. Jenis-jenis yang relatif memiliki daya tahan adalah tiang jenis Arang-arang (Myristica lowiana Kings.) fam. Myristicaceae dengan rata-rata kerapatan tertinggi 11.67 ind/ha pada ATR dan 6.6.7 ind/ha pada ATB, sedangkan pada tingkat pohon jenis Milas (Parastemon urophyllus A. D.C.) dengan rata-rata kerapatan 24 ind/ha pada ATR dan jenis Terentang (Campnosperma coriaceum Jack. Hall) fam. Anacardiaceae dengan rata-rata kerapatan pada ATB 14.00 ind/ha.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
