Komposisi Dan Kelimpahan Makrozoobenthos Di Kolam Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus Trewavas) Darmaga: Yang Di Pupuk Kotoran Ayam
View/ Open
Date
1985Author
Yulistyo
Suwignyo, Sugiarti
Eidman, Muhammad
Suryadiputra, I.N.N
Metadata
Show full item recordAbstract
Lingkungan hidup ekosistem perairan yang terdiri dari lingkungan abiotik dan biotik mempunyai arti luas. Antara lain menyangkut sifat fisika, kimia dan biologi tempat tinggal organisma hidup yang dapat berinteraksi di dalam suatu ekosistem.
Benthos sebagai organisma dasar perairan mempunyai habitat yang relatif tetap. Organisma dasar merupakan salah satu komponen rantai makanan yang penting dalam perairan, dimana kualitas dan kuantitasnya dapat digunakan sebagai indikator produktivitas kolam (Liang dalam Sunowo, 1980).
Organisma dasar (benthos) mempunyai beberapa peranan di dalam komunitas akuatik. Organisma dasar terlibat di dalam proses pendaur ulang dari bahan-bahan organik yang terdapat di dasar perairan; dan dalam hal ini organisma ini penting sebagai rantai kedua dan ketiga dalam hubungan trophic dari komunitas akuatik (Lind, 1979).
Menurut Hickling (1971) pemberian pupuk organik akan merangsang perkembangan organisma dasar, karena selain dapat memperkaya hara perairan, pupuk organik juga merupakan habitat yang baik bagi organisma tersebut. Perubahan kualitas air sangat mempengaruhi kehidupan benthos, yang selanjutnya mempengaruhi komposisi dan besarnya populasi.
