Pengaruh dosis iradiasi dan posisi bambu betung (Dendrocalamus asper) yang diimpregnasi polimerisasi radiasi dengan stirena terhadap serangan jamur pelapuk kayu (Schizophyllum commune)
View/ Open
Date
1998Author
Dirgantara, Usdi
Utama, Marga
Herliyana, Elis Nina
Metadata
Show full item recordAbstract
Bambu merupakan sumber daya yang penting di Indonesia. Bambu telah berabad-abad dikenal dan dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat, sehingga produk dari bambu selalu berhubungan erat dengan perkembangan budaya bangsa Indonesia. Akhir-akhir ini permintaan bambu cenderung meningkat, khususnya negara-negara Asia Fasifik seperti Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. Dengan perkataan lain potensi pasar bagi produk bambu akan makin besar, sehingga beberapa negara tertentu telah mengarahkan perhatiannya terhadap potensi bambu di Indonesia (Nandika dkk. 1995). Permasalahan yang dihadapi berkenaan dengan pemanfaatan bambu adalah keawetan alami bambu sangat rendah, sehingga mudah sekali diserang faktor perusak. terutama faktor perusak biologis (jamur, rayap dan bubuk). Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan terus mengembangkan metode pengawetan bambu yang layak diterapkan, baik ditinjau dari aspek teknis, ekonomis maupun ekologis.
Salah satu metode yang sedang dikembangkan adalah metode polimerisasi
radiasi, yaitu proses polimerisasi dalam kayu atau bambu dengan bantuan iradiasi.
Utama (1994) melaporkan, bahwa metode ini telah diterapkan kepada beberapa jenis
kayu yang keawetan alaminya rendah, dan hasilnya cukup memuaskan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek dari tingkat dosis iradiasi dan posisi bambu dalam batang pada proses polimerisasi radiasi dengan monomer stirena terhadap serangan jamur pelapuk kayu...
Collections
- UT - Forestry Products [2466]
