View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh penggunaan media tumbuh, pupuk NPK dan cendawan endomikoriza glomus etunicatum terhadap pertumbuhan bibit tectona grandis L.f.

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (2.173Mb)
      Date
      1999
      Author
      Arifanti, Virni Budi
      Manan, Syafii
      Supriyanto
      Corryanti TWN
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Jati (Tectona grandis) sampai saat ini merupakan produk utama bagi Perum Perhutani, karena kayu jati memiliki kekuatan dan keawetan alami yang tinggi serta penampilan yang baik sehingga permintaan akan kayu jati untuk pasar dalam negeri maupun untuk ekspor terus meningkat. Kayu jati banyak digunakan untuk mebel, rumah (bangunan), kerajinan cinderamata, dan lain-lain. tau selur Hutan jati di Indonesia terdapat di Pulau Jawa, Kangean, Nusa Tenggara (Bali dan Sumbawa), Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. Luas hutan jati di Pulau Jawa seluas ± 780.000 ha terutama tumbuh di Jawa Tengah dan Jawa Timur (Beekman, 1949). Di Indonesia penanaman jati dalam skala luas telah dilakukan di Jawa (Sastrosumarto dan Suhaendi, 1985). Ta Teknik penanaman jati di Perum Perhutani berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Kehutanan Negara No. 837/Perum/Perhutani/X/1974 tentang Pedoman Pembuatan Tanaman Jati untuk Perum Perhutani, dilakukan dengan penanaman biji jati secara langsung di lapangan. Teknik pelaksanaannya kemudian dijabarkan dalam Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Kehutanan Negara No. 832/Perum/Perhutani/1974 tentang Intruksi Pelaksanaan Pembuatan Tanaman Jati untuk Perum Perhutani. Namun penanaman benih jati secara langsung di lapangan memiliki kelemahan antara lain tidak dapat dipenuhinya keseragaman bibit yang berkualitas baik. Hal ini disebabkan karena vigor bibit (kemampuan bibit untuk tumbuh normal pada keadaan lingkungan yang suboptimal) belum jutkan su dapat diketahui apabila bakal tanaman masih berupa benih. Tanaman dengan tingkat vigor yang baik dapat dilihat dari keragaan fenotipik kecambah atau bibitnya, yang selanjutnya dapat berfungsi sebagai landasan pokok untuk ketahanannya terhadap berbagai unsur musibah yang menimpanya (Sadjad, 1977 dalam Sutopo, 1985)....
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145135
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository