View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Induksi Mutasi Genetik Melalui Penggandaan Kromosom Kedelai (Glycine max L. Merr) Varietas Wilis dan Tanggamus dengan Kolkisin secara In Vitro

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (16.95Mb)
      Date
      2012
      Author
      Wardhani, Mastika
      Wiendi, Ni Made Armini
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Induksi mutasi genetik secara in vitro dapat digunakan untuk mendapatkan keragaman genetik tanaman. Penelitian ini menginduksi terjadinya mutasi kromosom pada tanaman Glycine max L. Merr. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh perendaman kolkisin terhadap penggandaan kromosom tanaman Glycine max L. Merr secara in vitro. Penelitian in vitro dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor. Uji sitologi dilakukan di Laboratorium Mikro Teknik, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor. Bahan tanam yang digunakan dalam percobaan 1 adalah kotiledon planlet Glycine max L. Merr varietas Wilis hasil perkecambahan secara in vitro di media MS tanpa zat pengatur tumbuh, sedangkan bahan tanam yang digunakan dalam percobaan 2 adalah pucuk dari planlet Glycine max L. Merr varietas Wilis dan Tanggamus hasil perkecambahan secara in vitro. Bahan untuk uji sitologi adalah akar planlet tanaman Glycine max L. Merr setelah perlakuan, HCl 1 N, aquades, Orsein 2%, dan cat kuku yang tidak berwarna. Penelitian ini terbagi menjadi dua percobaan. Percobaan pertama adalah perlakuan lama perendaman dan konsentrasi kolkisin pada eksplan kotiledon dari kecambah varietas Wilis. Percobaan kedua adalah perlakuan perendaman kolkisin dan varietas pada eksplan pucuk kecambah varietas Wilis dan Tanggamus. Percobaan pertama disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan dua faktor, lama perendaman (24 jam, 48 jam, dan 72 jam) dan konsentrasi kolkisin (0.01%, 0.02%, 0.03%, 0.04%, 0.05%). Percobaan kedua disusun menggunakan RKLT faktorial dengan dua faktor, konsentrasi kolkisin (0.02%, 0.04%, 0.05%) dan varietas (Wilis dan Tanggamus). Benih Glycine max L. Merr memiliki persentase eksplan hidup 100% pada varietas Wilis dan 93.33% pada varietas Tanggamus. Daya berkecambah benih sebesar 96.66% pada varietas Wilis dan 97.33% pada varietas Tanggamus. Pada ..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145086
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository