View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh penambahan natrium silikat pada ekstrak tanin terhadap keteguhan rekat kayu lapis meranti merah (shorea ovalis Bl.)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (12.24Mb)
      Date
      1998
      Author
      Sundara, Dadang
      Ruhendi, Surdiding
      Prasetya, Bambang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bahan perekat yang selama ini paling banyak digunakan (sekitar 90%) pada industri kayu adalah perekat Urea Formaldehida (UF) (Roffael dan Dix, 1988). Perekat UF banyak digunakan karena harganya relatif murah, kesan warna pada produk cerah dan kecepatan pengerasannya (thermoseting) tinggi. Dilain pihak, perekat UF dihadapkan pada masalah emisi formalin yang relatif tinggi dan tidak tahan cuaca (Meyers, 1979 dalam Prasetya, 1992). Lain halnya pada perekat Phenol Formaldehida (PF) walaupun mempunyai keunggulan dalam emisi formalin rendah dan ketahanan cuaca tinggi, akan tetapi lem ini relatif mahal. Hal ini disebabkan mahalnya bahan baku yang masih diimpor dari luar. Penggunaan tanin sebagai bahan perekat alami melalui pemanfaatan kulit kayu akasia (Acacia mangium)ini merupakan suatu langkah yang menguntungkan dalam mengurangi bahan baku perekat, memanfaatkan potensi tumbuhan dan penanggulangan pencemaran lingkungan. Dilain pihak pemakaian tanin juga menjadi alternatif pemecahan masalah dari pengembangan Hutan Tanaman industri, khususnya HTI pulp yang banyak menghasilkan limbah kulit kayu (Prasetya dan Karina, 1995). Ekstrak tanin yang diperoleh dengan cara ekstraksi air menghasilkan sifat keteguhan rekat yang baik, tetapi rendemennya rendah. Dengan menggunakan natrium hidroksida (NaOH) diperoleh rendemen ekstrak tanin tinggi, tetapi sifat keteguhan rekatnya rendah. Melalui penambahan natrium silikat (Na2SiO3) diharapkan mampu menanggulangi kelemahan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan natrium silikat pada ekstrak tanin terhadap keteguhan rekat kayu lapis meranti merah (Shorea ovalis Bl.).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145019
      Collections
      • UT - Forestry Products [2466]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository