Pengaruh perbaikan kualitas media gambut terhadap pertumbuhan semai Acacia crassicarpa : Studi kasus di HPT PT. Surya Dumai Agrindo, Propinsi Riau
View/ Open
Date
1998Author
Ambodo, Aris Prio
Setiadi, Yadi
Wibowo, Cahyo
Metadata
Show full item recordAbstract
Acacia crassicarpa merupakan tanaman HTI yang mulai banyak ditanam pada lahan gambut di propinsi Riau, jenis ini dipilih karena memiliki beberapa keunggulan dibanding jenis akasia lain. Diantara sifat-sifat unggulnya adalah pertumbuhannya sangat cepat, bentuk batangnya baik, fiksasi nitrogennya baik sekali dan mampu tumbuh pada berbagai lokasi tanah. Untuk mendukung keberhasilan HTI tersebut diperlukan teknik silvikultur yang tepat. Salah satu aspek silvikultur adalah berusaha menyediakan bibit yang berkualitas.
• Bibit yang berkualitas dapat dihasilkan jika ditunjang faktor lingkungan yang optimal bagi pertumbuhannya, selain faktor genetika. Salah satu faktor lingkungan yang penting dan dapat dimanipulasi untuk pertumbuhan semai adalah media semai.
Media semai yang baik memiliki sifat fisik dan kimia yang menguntungkan bagi pertumbuhan semai. Beberapa sifat fisik dan kimia media yang baik adalah ringan, daya ikat air tinggi, keasaman rendah, porositas dan aerasi baik, KTK baik, mudah dan tahan disimpan dalam jangka waktu yang lama, serta mudah diolah dan dihancurkan (Miller and Jones, 1995).
Selama ini teknologi penyediaan media semai masih terbatas pada penggunaan top- soil yang diyakini kaya akan unsur hara, sehingga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan semai. Namun sebagai media semai, top-soil memiliki beberapa kelemahan, diantaranya bobot yang tinggi, sistem perakaran kurang kompak, bila diambil terus dapat menyebabkan erosi, selain itu aerasi dan drainasenya kurang baik, oleh karena itu perlu dicari alternatif pengganti media lain.
Pada pembangunan HTI di lahan gambut, alternatif media yang potensial adalah gambut itu sendiri. Sebagai media, gambut memiliki beberapa kebaikan sekaligus kekurangan. Beberapa kebaikan gambut sebagai media, diantaranya adalah ringan, KTK yang tinggi, aerasi dan drainase baik, dapat menyimpan air dengan baik dan dapat menciptakan perakaran yang kompak, sedangkan kendala yang dihadapi adalah pH gambut yang terlalu asam dan miskinnya unsur hara tersedia bagi tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut dapat digunakan bahan media lain sebagai kombinasi campuran media, perlakuan pemupukan dan pemanfaatan mikroorganisme tanah seperti bakteri dekomposer dan cendawan mikoriza yang dapat membantu menambah unsur hara tersedia, meningkatkan pertumbuhan tanaman, sekaligus mengurangi keasaman gambut yang bersifat toksik bagi tanaman....
Collections
- UT - Forest Management [3207]
