Pengaruh Tingkat Erosi Dan Teknik Rehabilitasi Terhadap Sifat Retensi Air, Distribusi Ukuran Pori Dan Beberapa Sifat Kimia Tanah Serta Pertumbuhan Tebu Pada Podsolik Merah Kuning PG Bunga Mayang, Lampung
View/ Open
Date
1988Author
Damanik, Francisca Tiurma
Sinukabe, Naik
Suhadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mendapetkan teknik rehabilitasi yang efektif pada daerah-daerah yang sudah menurun produktivitasnya, terutama di daerah PG Bunga Mayang, Lampung.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) dengan dua ulangan. Tingkat erosi diperlakukan sebagai petak utama terdiri deri tiga taraf pengupasan tanah, yaitu 0-2 cm (E), 7.5 cm (E₁), dan 15 cm (E2). Teknik rehabilitasi berupa pem- berian bahan organik, sebagai anak petak, dengan lima taraf, yaitu tanpa pemberian bahan organik (Ro), 5 ton/he pupuk kandang (R₁), 2.5 ton/ha pupuk kandang dengan 6 ton/ha ampas tebu (R2), 12 ton/ha ampas tebu (R3), dan 15 ton/ha blotong (R). Untuk melihat perubahan yang terjadi pada tanah digunakan indikator tanaman tebu. Pupuk dasar yang diberikan adalah dolomit 2 kw/ha, urea 5 kw/ha, ZA 1.5 kw/ha, TSP 5.5 kw/ha, dan 3.5 kw/ha.
Inkubasi bahan organik dan dolomit dilakukan selama satu minggu. Setelah itu dilakukan pemberian pupuk dasar en penanaman tebu. Pengambilan contoh tanah dan pengamatan pertumbuhan tanaman dilakukan satu setengah bulan kemudian. Variabel yang diamati pada tanaman adalah tinggi dan jumlah tunes. Sifat tanah yang diamati adalah sifat retensi air tanah, distribusi ukuran pori, reaksi tanah, dan aluminium dapat tukar.
Analisis statistik menunjukkan bahwa erosi nyata meurunkan tinggi tanaman, tetapi tidak berpengaruh terhadap umlah tunas, distribusi ukuran pori, retensi air tanah, pH tanah dan aluminium dapat ditukar. Teknik rehabilitasi yang dicobakan nyata meningkatkan tinggi tanaman de jumlah tunas, tetapi belum berpengaruh terhadap distribusi ukuran pori, retensi air tanah, pH tanah dan aluminium dapat ditukar….
