Model regresi fungsi Biaya Usahatani Lahan Kering Sebelum dan Sesudah Penagpuran di Provinsi Lampung
View/ Open
Date
1986Author
Prijosaksono, Aribowo
Notodiputro, Khairil Anwar
Djauhari, Aman
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini disamping untuk menduga model fungsi biaya, juga bertujuan untuk melihat sampai sejauh mana asumsi-asumsi yang mendasari pendugaan parameter regresi dipenuhi. Kemudian model yang diperoleh memiliki penduga-penduga yang tidak berbias, konsisten dan ragamnya minimum.
Data yang digunakan adalah data survei Dampak Program Pengapuran Lahan Kering di Propinsi Lampung yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor pada bulan Oktober 1985. Peubah yang diamati adalah output (X) dan biaya produksi total (Y) yang merupakan penjumlahan faktor-faktor produksi yakni kebutuhan benih, pupuk urea, Pupuk TSP, insektisida dan tenaga kerja.
Untuk menduga model fungsi biaya digunakan metode Kuadrat Terkecil Biasa. Kemudian untuk memeriksa apakah ragam sisaan model homogen dilakukan pengujian dengan Uji Glejser dan membuat plot antara sisaan dengan Y dugaan.
Model fungsi yang digunakan memberikan nilai koefisien determinasi yang paling tinggi pada kelompok tidak dikapur, yaitu sebesar 85.73 persen. Fada kelompok tahun pertama sesudah pengapuran nilai koefisien determinasinya adalah sebesar 51.85 persen, kelompok tahun kedua 61.67 persen.
