View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pemanfaatan kompos kulit kayu Acacia mangium Willd. untuk media tumbuh semai Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (2.557Mb)
      Date
      2001
      Author
      Wulandari, Dewi Yulia
      Supriyanto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Luas hutan tanaman Acacia mangium di Indonesia hingga tahun 2000 mencapai 1.127.381 hektar. Dalam pemanfaatan kayu Acacia mangium tersebut, akan menghasilkan limbah kulit kayu sebesar 33,89 m²/ha, dan total limbah yang dihasilkan adalah sebesar 38.205.689.44 m². Dalam rangka mendukung pembangunan HTI, kulit kayu Acacia mangium tersebut dapat dimanfatkan menjadi media tumbuh semai. Media tumbuh yang baik harus memenuhi persyaratan fisik dan kimia. Persyaratan fisik media tumbuh adalah tekstur dan struktur yang baik dan ringan. Sedangkan persyaratan kimia yang harus dipenuhi adalah pH, kandungan nutrisi dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) yang baik (Supriyanto, 1997). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kompos kulit kayu Acacia mangium terhadap pertumbuhan semai Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 taraf perlakuan yaitu So (tanah latosol murni), S,(tanah:kompos 1:1), S, (tanah:kompos 2:1), S, (tanah:kompos 3:1) dan S(tanah:kompos 4:1), dengan ulangan setiap perlakuan sebanyak 20. Hasil analisis terhadap kompos kulit kayu Acacia mangium menunjukkan bahwa kompos yang digunakan cukup baik, karena memiliki nilai rasio C/N sebesar 14,4. Akan tetapi, hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa media K (kompos murni) menghasilkan semai yang kurang baik, pada media ini hanya menghasilkan persentase kecambah sebesar 71,25 % dan persentase kecambah normal sebesar 56,49 %, sedangkan pada media campuran tanah dan kompos yaitu S,, S, S, dan Sa menghasilkan persentase kecambah dan kecambah normal yang lebih tinggi, masing-masing memiliki persen kecambah sebesar 79%; 79,25%; 77,25% dan 95%, dengan persentase semai normal masing- masing sebesar 92,72 %; 88,96 %; 91,90% dan 96,84%. Demikian pula dengan media tanah murni, pada media ini menghasilkan persentase kecambah sebesar 80% dan persentase semai normal sebesar 95,94%, Persentase kecambah tertinggi yaitu pada media S, dengan nilai 95% dan persentase semai normalnya sebesar 96,84%....
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144378
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository