Pendekatan fungsi keuntungan U.O.P. untuk menduga karakteristik keuntungan dan skala usaha pada usahatani kokon ulat sutera : kasus kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Abstract
Pada Akhir PJP I, sekitar 26 Juta penduduk Indonesia masih tergolong kedalam penduduk miskin, dimana sebagian besar diantaranya berada di daerah pedesaan. Untuk menaggulangi hal tersebut perlu ditempuh berbagai upaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat pedesaan. Salah satu upaya yang mendukung kearah itu adalah usaha pengembangan persuteraan alam rakyat. Usaha pengembangan persuteraan alam rakyat ini berpotensi untuk dikembangkan karena produksi (penawaran) sutera domestik masih rendah sehingga tidak mampu memenuhi permintaan domestik. Permasalahan mendasar yang diduga melatarbelakangi fenomena tersebut adalah masih kurang menariknya keuntungan usahatani kokon ulat sutera bagi para produsen, dan masih kurang diketahuinya karakteristik ekonomi dari kegiatan produksi pada usahatani kokon ulat sutera. Melalui penelitian ini akan ditelaah mengenai gambaran umum usahatani kokon ulat sutera; karakteristik keuntungan, permintaan input, serta penawaran output dalam hubungannya dengan tingkat harga input; dan, kondisi skala usaha yang dihadapi oleh para produsen.
Untuk mencapai maksud tersebut, dalam penelitian ini digunakan pendekatan fungsi keuntungan Unit Output Price (UOP), dengan pertimbangan bahwa pendekatan ini hanya memerlukan data dan prosedur estimasi yang relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan pendekatan langsung (primal). Kekuatan dari pendekatan ini terletak pada penggunaan teorema Hotelling-Lemma untuk mendapatkan fungsi permintaan input dan penawaran uotput dari fungsi keuntungan UOP yang diestimasi.
