Analisis pengendalian persediaan benang sutera sebagai bahan baku kain sutera : studi kasus pada perusahaan sutera alam "aman sahuri", Garut
Abstract
Produksi benang sutera alam dunia mencapai sekitar 83.393 ton pertahun yang dihasilkan oleh negara-negara produsen terbesar yaitu Cina yang diikuti oleh India, Jepang, Korea dan Brazil. Sementara, kebutuhan dunia lebih banyak lagi yaitu sekitar 92.743 ton per tahun sehingga masih terdapat kekurangan yang cukup banyak jumlahnya. Hal ini merupakan peluang besar bagi negara lain seperti Indonesia yang memiliki potensi dalam pengembangan persuteraan alam, lebih-lebih produksinya baru mencapai tidak lebih 500 ton pertahun jauh dibawah kebutuhan dalam negeri sendiri yaitu sekitar 2.000 ton pertahun.
Perusahaan pengolahan benang sutera sebagai perusahaan perdagangan tentunya memerlukan bahan baku dalam proses produksinya. Pengadaan dan persediaan bahan baku menjadi aspek penting dalam perusahaan. Dalam hal ini, Perusahaan "Aman Sahuri" sebagai perusahaan sutera alam yang sejak pertama kali didirikan memfokuskan kegiatannya pada pemeliharaan ulat sutera dan pemintalan kokon/benang sebagai bahan baku pembuatan kain sutera. Namun, karena pasokan dari pemeliharaan ulat sutera dan pemintalan kokon/benang tersebut sudah tidak lagi memenuhi pesanan yang makin meningkat, maka perusahaan "Aman Sahuri" memutuskan untuk memperoleh bahan baku benang suteranya dari PT. Indo Jado Sutera Pratama.
Masalah yang dihadapi perusahaan "Aman Sahuri" berdasarkan latar belakang di atas adalah bahwa perusahaan belum mengetahui berapa tingkat persediaan bahan baku optimum yang harus dipesan agar meminimumkan biaya yang dikeluarkan agar mampu mengantisipasi ketidakpastian dan kemungkinan lain seperti kekosongan persediaan bahan baku di gudang, pemasokan yang tidak tepat waktu, dan lain-lain. Untuk menjawab permasalah yang telah dirumuskan di atas, maka dalam penelitian ini akan dianalisis hal-hal sebagai berikut: (1) Sistem pengadaan bahan baku yang dilakukan perusahaan, (2) Sistem persediaan bahan baku yang dilakukan perusahaan agar optimum, (3) Mencari model pengendalian persediaan bahan baku yang dapat menjadi alternatif bagi perusahaan untuk mengoptimalkan tingkat persediaan bahan baku dengan biaya bahan baku minimal.
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui berapa tingkat persediaan bahan baku optimum yang harus dipesan agar meminimumkan biaya yang dikeluarkan. Selian itu juga mereferensikan model pengendalian persediaan bahan baku yang dapat dijadikan alternatif bagi perusaahaan untuk mengoptimalkan tingkat persediaan bahan baku dengan biaya bahan baku minimal.
Penelitian dilakukan di Perusahaan Sutera Alam "Aman Sahuri", Garut. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan dan wawancara langsung dengan pihak perusahaan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Departemen Pertanian, internet dan literatur dari perusahaan…dst
