Pengaruh biaya promosi terhadap mobilisasi dana masyarakat pedesaan melalui simpanan pedesaan (Simpedes) : studi kasus di BRI Unit Desa Setu dan BRI Unit Desa Sukadanau, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
View/ Open
Date
1991Author
Kartika, Sri Chandra
Sanim, Bunasor
Herudjito, Yayat M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Deregulasi Perbankan tanggal 1 Juni 1983, merupakan usaha mendorong perbankan di Indonesia untuk memanfaatkan dana masyarakat semaksimal mungkin. Dengan demikian bank memperoleh kebebasan untuk menetapkan tingkat bunga simpanan, pinjaman dan dihapuskannya sistem pagu perkreditan serta kredit likuiditas dari Bank Indonesia. Hal ini akan memberi keleluasaan pada bank untuk melakukan ekspansi, sehingga persaingan antar bank makin meningkat. Adanya peningkatan persaingan antar bank dalam mengumpulkan dana itu mendorong bank untuk melakukan berbagai cara yang dapat menarik minat masyarakat terhadap
tabungan. Salah satu cara yang digunakan yaitu dengan
melakukan kegiatan promosi sebagai upaya untuk menarik
minat masyarakat terhadap tabungan. Hal ini tidak hanya
dilakukan pada masyarakat perkotaan saja. Bank Rakyat
Indonesia (BRI) yang telah lama berkecimpung di pedesaan
dengan BRI Unit Desanya membuat produk simpanan yang dikhususkan bagi masyarakat di pedesaan dengan nama Simpanan Pedesaan (Simpedes).
