Peramalan ekspor kayu lapis dengan model arima
View/ Open
Date
1991Author
Ahlam
Adisantoso, Julio
M. Jahja
Wijayanto, Hari
Metadata
Show full item recordAbstract
Menyadari akan keterbatasan sumber devisa yang diperoleh dari migas, pemerintah terus mencari alternatif lain dalam memperoleh dana pembangunan, yakni dengan mendorong ekspor non migas. Salah satu komoditi dari kelompok ini adalah kayu lapis yang merupakan pencipta devisa nomor satu setelah migas.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menerapkan metode peramalan dengan menggunakan analisa deret waktu dengan menggunakan ana model ARIMA (Integrasi Regresi Diri Rata-rata Bergerak) serta mendapatkan model peramalan ekspor kayu lapis Indonesia.
Untuk pembentukan model peramalan dalam penelitian ini digunakan data nilai ekspor kayu lapis Indonesia bulan Januari 1983 sampai dengan Desember 1989 (84 pengamatan) yang bersumber dari Biro Pusat Statistik, sedangkan untuk evaluasi digunakan data bulan Januari 1990 sampai Desember 1990 (12 pengamatan).
Pada dasarnya model ARIMA terdiri dari tiga tahap yaitu identifikasi, pendugaan parameter serta pengujian dan penerapan. Grafik data asli ekspor kayu lapis memperlihatkan peningkatan yang mengesankan serta ragam yang semakin membesar. Hal ini dapat dipakai sebagai petunjuk bahwa data tersebut tidak stasioner sehingga dilakukan diferensi reguler agar data memenuhi syarat kestasioneran.
Setelah data stasioner, dibuat model untuk peramalan ekspor kayu lapis. Pembangkitan model dilakukan dengan cara 'overfitting'. Untuk memilih model yang terbaik diantara model yang dicobakan dilakukan pemeriksaan galat serta pengujian model. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model yang layak untuk peramalan ekspor kayu lapis Indonesia adalah ARIMA (1,1,1) atau
ditulis (1+0.4419 B) (1 B) Yt = (1 0.4947 B) et.
