Pengaruh Sisa Pengapuran Dengan Dolomit Giling Terhadap Produksi Dua Varietas Jagung (Zea mays L)
Abstract
Pengapuran merupakan alternatif yang baik untuk mengatasi pengaruh kemasaman tanah terhadap produksi tanaman yang peka. Tetapi, pengapuran sering dianggap merupakan masukan untuk satu musim tanam saja, sehingga kelihatannya terlalu mahal. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sisa pengapuran dengan dolomit giling pada tahun ketiga terhadap produksi jagung, dan respons dua varietas jagung pada berbagai dosis.
Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan IPB Darmaga IV, Bogor, pada tanah jenis Latosol, mulai tanggal 16 Oktober 1982 sampai tanggal 31 Januari 1983. Pengapuran dilakukan pada tanggal 15 Pebruari 1980 dengan dosis 0, 1, 2, 4, dan 8 ton dolomit/ha. Bahan tanaman yang digunakan adalah ja- gung varietas H dan Arjuna. Setelah dikapur, tanah bertu- rut-turut ditanami kedelai, singkong, kedelai, jagung, dan kedelai. Digunakan Rancangan Petak Terpisah; dosis dolomit sebagai petak utama dan varietas jagung sebagai anak petak.
Pengapuran mempercepat waktu berbunga, mempersingkat jangka waktu antara keluarnya bunga betina dengan bunga jan- tan, meningkatkan tinggi tanaman dan tongkol utama serta nisbah tinggi tongkol utama terhadap tinggi tanaman, tetapi tidak mempengaruhi waktu panen.
Produksi pipilan kering dipengaruhi oleh dosis dolomit dan varietas jagung. Produksi pipilan kering jagung varie- tas H pada dosis dolomit 0, 1, 2, 4, dan 8 ton/ha masing- masing sebesar 2020.87, 4340.60, 4720.67, 5499.73, dan 5146.77 kg/ha; sedangkan produksi pipilan kering jagung varietas Arjuna pada dosis dolomit tersebut masing-masing sebesar 1687.60, 2718.30, 4997.47, 5506.67, dan 6103.22 kg/ha…dst
