Pemasaran rumput laut hasil budidaya pada tingkat petani di desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan
View/ Open
Date
1988Author
Latief, Sulkaf S.
Hanafiah, Ayub M.
Fausia, Lusi
Metadata
Show full item recordAbstract
Luas wilayah perairan Indonesia yang merupakan dua pertiga bagian dari luas wilayah keseluruhan, kaya dengan beraneka ragam sumber laut yang masih belum banyak dimanfaatkan maupun dikelola secara baik. Salah satu kekayaan sumber laut Indonesia yang memiliki potensi pasar yang cukup baik adalah rumput laut.
Sistem produksi rumput laut dengan cara budidaya dinilai lebih baik daripada pengambilan di laut, akan tetapi usaha pengembangan budidaya rumput laut ini ternyata belum dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan karena beberapa hambatan pada sistem produksi maupun sistem pemasaran yang sering kali diluar penguasaan petani.
Usaha peningkatan produksi harus dibarengi dengan perbaikan tingkat pendapatan yang diterima petani. Hal ini berarti untuk meningkatkan produksi harus diciptakan iklim pemasaran yang lancar dan tingkat harga yang merangsang petani untuk mau meningkatkan produksi.
Penelitian dengan metode survey ini mempunyai tujuan untuk mengetahui gambaran umum pemasaran rumput laut dan peranan lembaga pemasaran, tingkat usaha dan pendapatan
petani, dan tingkat efisiensi ekonomis pemasaran rumput laut.
Desa Cikoang yang berpenduduk 7.842 Orang, memiliki luas lahan tambak 120,20 hektar, dimana 49,40 hektar digunakan untuk budidaya rumput laut dengan jumlah petani 22 orang dan satu perusahaan swasta. ...
Collections
- UT - Agribusiness [4779]
