Pengaruh kualitas dan kuantitas Scenedesmus acuminatus terhadap siklus hidup brachionus calyciflorus pallas
View/ Open
Date
1989Author
Setiabudiningsih
Widigdo, Bambang
Soewardi, Kadarwan
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan mulai awal November 1988 hingga akhir Februari 1989, bertempat di Laboratorium Lim- nologi Darmaga Bogor dan Laboratorium Tropical Aquatic Bio- logy (TAB) SEAMEO BIOTROP Tajur Bogor.
Penelitian meliputi 2 tahap, yaitu tahap percobaan pendahuluan dan tahap percobaan utama. Tujuan percobaan pendahuluan adalah untuk menentukan selang waktu pengamatan dan mengetahui sifat-sifat biologis brachionus, antara lain ukuran dan morfologi induk, anak dan telur. Percobaan uta- ma ditujukan untuk mempelajari pengaruh kualitas dan kuan- titas alga Scenedesmus acuminatus yang dikultur dengan ekstrak kotoran ayam dan media Chu 12 terhadap siklus hidup khususnya aspek reproduksi rotifera air tawar, Brachionus calyciflorus. Pengamatan pada percobaan utama dilakukan 4 jam sekali setiap hari terhadap jumlah telur, anak dan pe rioda bertelur individu sampai dengan individu mati. Bra- chionus dikultur secara individu di dalam spot plate yang bervolume ± 0,2 ml. Setiap 24 jam dilakukan pemindahan brachionus ke dalam spot plate baru yang berisi suspensi alga segar. Dalam percobaan utama ini dibandingkan 2 jenis media kultur, yakni kotoran ayam dan Chu 12 masing-masing dalam 3 konsentrasi.
Konsentrasi alga yang digunakan adalah 2,5 x 105 sel/ml ; 10,0 x 105 sel/ml; dan 20,0 x 105. Jumlah brachionus yang diamati sebagai ulangan pengamatan masing-masing sebanyak 10 individu untuk setiap perlakuan. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yaitu 6 perlakuan dengan 2 kelompok. Perbedaan waktu pengamatan dalam 1 siklus ditetapkan sebagai kelompok; sedangkan jenis media kultur dalam berbagai konsentrasi sebagai perlakuan. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan digunakan analisa sidik ragam.
Dari hasil percobaan pendahuluan diperoleh bahwa selang waktu pengamatan yang efektif adalah 4 jam sekali setiap hari. Didapatkan pula bahwa ukuran individu betina selalu lebih besar dari pada jantan. Individu betina berukuran 294,22 ± 14,05 um dan jantan sekitar sepertiga dari ukuran betina; sedangkan anak yang baru menetas berukuran 260,38 + 23,05 um. Penetasan paling cepat terjadi 4 jam setelah telur dihasilkan, namun rata-rata sekitar 8 jam. Dilihat dari isi lambung yang selalu penuh dan aktifitas pemangsaannya, dapat diketahui bahwa B. calyciflorus menyukai alga S. acuminatus…dst
