Studi potensi pakan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis Fischer, 1814) di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung
View/ Open
Date
2002Author
Ulum, Samsul
Alikodra, Hadi S
Ginoga, Lin Nuriah
Metadata
Show full item recordAbstract
Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis Fischer, 1814) merupakan salah satu jenis badal diantara líma jenis badak yang ada di bumi dan satu-satunya spesies dari genus Dicerorhinus yang masih hidup saat ini. Selain itu Badak Sumatera merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan UL Perlindungan Binatang Liar tahun 1931 No. 134 dan Peraturan Perlindungan Binatang Liar tahun 193 No. 226. Red Data Book memasukkan satwa ini dalam kategori Endangered. Mengingat pentingnya peranan Badak Sumatera baik dari segi ekologi, ekonomi maupun ilmu pengetahuan dan pendidikan maka perlu dilaksanakan usaha-usaha perlindungan dan pelestarian yang terencana. Pengetahuan tentang potensi pakan dari badak sangat penting bagi kelangsungan satwa langka ini, karena dengan mengetahui potensi pakannya maka dapat dilaksanakan usaha-usaha perlindungan dan penyelamatan Badak Sumatera secara tepat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi keanekaragaman jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan bagi Badak Sumatera, mengetahui tingkat palatabilitas (tingkat kesukaan) dan preferensi badak terhadap tumbuhan yang menjadi sumber makanannya, dan mengetahui nilai gizi dari jenis makanan yang paling sering dikonsumsi Badak Sumatera di SRS TN Way Kambas Lampung. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai potensi pakan Badak Sumatera, untuk selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam usaha pengelolaan Badak Sumatera, khususnya di Taman Nasional Way Kambas dan di Sumatera pada umumnya.
Penelitian ini dilaksanakan di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Secara astronomi TNWK terletak diantara 4° 37' LS, 5° 16' LU dan 105° 33' BT. Secara administratif TNWK termasuk wilayah Kabupaten Dati II Lampung Timur dan Lampung Tengah dengan luas kawasan kurang lebih 130.000 Ha. Tipe vegetasi yang ada di TNWK yaitu vegetasi hutan mangrove, vegetasi hutan pantai, vegetasi hutan rawa dan vegetasi hutan dataran rendah. Proses pengambilan data di lapangan dilaksanakan pada bulan Juli Agustus 2001. Sedangkan pengolahan data laboraturim dilaksanakan dari bulan Oktober 2001 Januari 2002.
Metode pengambilan data vegetasi dimulai dengan analisis vegetasi pada masing-masing tipe vegetasi untuk mendapatkan data komposisi jenis vegetasi yang menjadi pakan badak. Untuk mengetahui keanekaragaman jenis vegetasi pakan dan kerapatan spesies dilakukan dengan cara analisis vegetasi. Analisis vegetasi dilakukan dengan cara sampling pada lokasi pengamatan. Metode yang digunakan adalah metode garis berpetak. (Soerianegara dan Indrawan, 1988)...
