Analisis kelayakan finansial kebun pembibitan (nursery) taman ayun di Tamansari Pesona Bali Cirendeu
Abstract
Seiring dengan semakin meningkatnya pemukiman di Jabotabek, maka semakin tinggi pula tingkat persaingan yang dilakukan oleh para pengembang perumahan. Persaingan yang tinggi mendorong PT. Wijaya Karya (WIKA) Realty memakai strategi perumahan yang ramah lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tipe rumah taman dan keberadaan taman di lokasi perumahan tersebut. Untuk mempertahankan kondisi taman yang selalu berbunga tersebut maka PT. WIKA Realty mendirikan tempat pembibitan (nursery) tanaman hias Taman Ayun.
Penelitian ini bertujuan untuk yaitu (1) melakukan analisis kelayakan finansial usaha kebun pembibitan bunga (nursery), dan (2) melakukan analisis kepekaan (sensitivitas) apabila terjadi perubahan faktor tingkat harga input dan output serta tingkat produksi terhadap kelayakan proyek.
Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung ke petani bunga, pedagang tanaman hias dan pihak PT. WIKA Realty. Pengamatan langsung meliputi komponen biaya investasi, harga input dan output, biaya operasional, biaya tetap, teknik perbanyakan tanaman. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur di Jurusan Budidaya Pertanian Institut Pertanian Bogor, Jurusan Ilmu-ilmu Sosial dan Ekonomi Institut Pertanian Bogor, Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Selain itu data sekunder juga diperoleh dari instansi terkait seperti Departemen Pertanian, Direktorat Jendral Tanaman Pangan dan Holtikultura, serta Dinas Tanaman Hias.
Analisa dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pengusahaan nursery tanaman hias. Sedangkan analisis kuantitatif, diukur berdasarkan satuan uang dengan membandingkan biaya dan manfaat yang diperoleh pada masa kini dan yang akan datang. Kriteria kelayakan investasi digunakan pada analisis kuantitatif adalah NPV, IRR, Net B/C dan Payback Periods. Selain itu dilakukan pula analisis sensitivitas untuk melihat kepekaan proyek kebun pembibitan dalam menghadapi beberapa perubahan terhadap produksi, kenaikan biaya dan perubahan harga jual.
Aspek-aspek yang harus dianalisis untuk menunjang kelayakan investasi adalah aspek teknis, aspek manajemen, aspek komersial dan aspek finansial. Pada aspek teknis, pengadaan input yang diperlukan dapat tersedia dengan mudah, sedangkan jumlah output yang diproduksi masih belum dapat memenuhi permintaan dari pengelola taman. Pada aspek manjemen masih sangat sederhana karena umur nursery ini masih sangat baru (13 bulan) sehingga masih perlu diadakan perbaikan- perbaikan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman hias. Aspek komersial, dapat dilihat dari permintaan yang sangat tinggi dari pengelola taman…dst
