View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Embrio transfer pada sapi dan cara pelaksanaannya

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (4.545Mb)
      Date
      1984
      Author
      Juwita, Dewi Ratna
      Partodihardjo, Soebadi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Embrio transfer adalah salah satu usaha manusia untuk memanfaatkan bibit betina unggul dengan jalan memin- dahkan embrio dari uterus betina tersebut ke uterus hewan betina lain yang tidak unggul dalam spesies yang sama, khususnya pada sapi. Prosedur embrio transfer meliputi antara lain pada donor dilakukan seleksi, superovulasi, pembuahan dan penampungan embrio; pada resipien juga dilakukan seleksi dan sinkronisasi berahi; sedangkan pada embrio dilakukan penyimpanan, seleksi dan pemindahan embrio ke betina resipien. Untuk mendapatkan keturunan yang unggul maka seleksi betina donor harus dilakukan dengan sangat teliti. Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) dan Human Chorionoc Gonadotropin (HCG) digunakan untuk merangsang superovulasi pada betina donor. Pembuahan yang dilakukan pada beti na donor yang telah disuperovulasi dapat dilakukan dengan inseminasi buatan dan dosis yang digunakan adalah dosis ganda ataupun dapat dengan cara kawin alam. Penampungan embrio dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penampungan setelah hewan tersebut disembelih dan penampungan ketika hewan masih hidup. Sedangkan penyimpanan embrio dapat di akukan secara invitro atau invivo. Penyerentakkan berahi pada betina donor dan resipien dilakukan dengan pemberian PGF2alpha. Sebelum dilakukan pemindahan embrio ke betina resipien, maka embrio yang akan dipindahkan perlu diseleksi. Pemindahan embrio dari donor ke resipien juga dapat dilakukan dengan cara pembe- dahan maupun tanpa pembedahan. Banyak penelitian yang masih perlu dilakukan sebelum tekhnik embrio transfer pada sapi ini diterapkan secara meluas…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143618
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2188]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository