Lay out dan alternatif pengembangannya ditinjau dari prestasi kerja pembuatan kursi rotan tipe arjuna double arm PT Erlangga BNH di Kabupaten Cirebon
Abstract
Salah satu sumber daya hutan yang memegang peranan penting dalam meningkatkan devisa negara saat ini yaitu sumber daya hutan non kayu berupa rotan. Rotan mempunyai tingkat produksi yang cukup tinggi dan hampir terdapat di semua negara Asia Tenggara. Rotan saat ini ditanam dan dikumpulkan untuk dimanfaatkan masyarakat sebagai produk yang bernilai ekonomi.
Meja dan kursi adalah produk rotan yang banyak dihasilkan. Dibandingkan kayu, rotan mempunyai beberapa kelebihan seperti rotan mudah dibengkok, sehingga modifikasi model dapat lebih banyak. Perawatannyapun tidak terlalu rumit, dan rotan juga tahan lama. Dengan beberapa kelebihan yang dimiliki rotan, kualitas produknya dapat bersaing dengan produk yang sama dari bahan baku kayu.
Produk rumah tangga yang terbuat dari bahan baku rotan tidak hanya diminati dalam negeri saja. Selama dekade menjelang tahun 1990-an Indonesia lebih sering mengekspor rotan mentah keluar negeri Namun sejak dikeluarkan surat keputusan Menteri Perdagangan No. 274/kp/86 tentang larangan mengekspor rotan mentah ke luar negeri dan rotan setengah jadi, menimbulkan berdirinya industri-industri pengolahan rotan dan permintaan konsumen meningkat.
Untuk itu ada hal-hal penting yang harus diperhatikan produsen untuk dapat menghasilkan produk yang optimal yaitu dengan mengatur tata letak mesin pengolahan yang sesuai dengan alur kerja sehingga dalam proses produksi dapat menghemat waktu yang dibutuhkan dan produktifitas kerjapun dapat ditingkatkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tata letak mesin pengolahan rotan di pabrik, mempelajari waktu dan prestasi kerja serta mencari model alternatif pengembangan tata letak pengolahan rotan
Penelitian dilakukan di pabrik kursi rotan PT. Erlangga BNH Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Pengambilan data berdasarkan alur pentahapan proses pembuatan kursi rotan tipe Arjuna Double Arm dengan urutan sebagai berikut: (1) Pemotongan, pengambilan data dimulai dari penyortiran bahan baku, (2) Steaming, (3) Mal dan Pra-rangka, (4) Rangka, (5) Controlling, (6) Ornamen, (7) Anyam dan HO, Ampelas dan PDK, (8) Finishing dan (9) Packing....
Collections
- UT - Forestry Products [2469]
