View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh pemberian Lactobacillus rhamnosus pada gambaran bobot badan dan patologi hati itik tegal (Anas javanicus) yang diberi aflatoksin B1

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (9.057Mb)
      Date
      2002
      Author
      Juniantito, Vetnizah
      Priosoeryanto, Bambang Pontjo
      Hamid, Helmy
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      cipta milik IPB Aflatoksin adalah kontaminan yang sering ditemukan pada pakan unggas di Indonesia, karena kondisi iklim Indonesia yang sesuai untuk pertumbuhan kapang, seperti Aspergillus flavus. Pertumbuhan kapang ini pada pakan dan bahan penyusun pakan dapat menyebabkan kontaminasi aflatoksin pada pakan. Aflatoksin dapat menimbulkan kerugian ekonomi, karena aflatoksin dalam konsentrasi rendah dapat menghambat pertumbuhan, produksi telur dan susu, serta menurunkan mutu karkas. Pada konsentrasi tinggi aflatoksin dapat menyebabkan kematian. Konsumsi aflatoksin yang berlangsung lama dapat menyebabkan kanker hati (hepatokarsinoma). Bakteri asam laktat, seperi Lactobacillus rhamnosus telah dilaporkan mempunyai daya antimikotoksigenik secara in vitro dan in vivo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegunaan L. rhamnosus dalam mengurangi efek merugikan dari aflatoksin pada itik. Penggunaan 1,5 X 100 CFU L. rhamnosus hidup dan mati untuk mencegah aflatoksikosis dicoba untuk diteliti. Seratus itik umur sehari dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) tidak diberi aflatoksin B: (AFB₁) dan L. rhamnosus, kelompok II (kontrol positif) diberi AFB, (150 ppb), kelompok III diberi AFB; (150 ppb) dan L. rhamnosus hidup (1,5 X 100 CFU), kelompok IV diberi AFB, (150 ppb) dan L. rhamnosus mati (1,5 X 1010 CFU). Tiga ekor itik dari tiap kelompok dibunuh untuk diamati perubahan patologinya. Bobot itik ditimbang tiap minggu selama tujuh minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan L. rhamnosus dapat mengurangi efek merugikan aflatoksin yang ditinjau dari gambaran patologi anatomi dan histopatologi hati itik, serta mencegah penurunan bobot badan yang disebabkan aflatoksikosis. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa, L. rhamnosus hidup dan mati mempunyai keefektifan yang sama untuk mencegah aflatoksikosis pada itik…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143515
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository