Pengaruh kondisi lingkungan asal benih dan musim tanam terhadap komponen hasil kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt)
View/ Open
Date
1993Author
Hardyanti, Endang Kus
Sjamsudin, Endang
Kusumo, Yudiwati W. E.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan asal benih dan musim tanam terhadap komponen hasil kacang bogor.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu lingkungan asal benih yang terdiri atas lingkungan yang diperbaiki (L₁) dan lingkungan tanpa perbaikan (L2). Faktor kedua yaitu nomor tanaman yang terdiri atas 14 no- mor. Peubah yang diamati yaitu jumlah daun 4, 5 dan 6 MST, diameter kanopi, jumlah cabang saat pengisian polong, bobot kering brangkasan per tanaman, jumlah polong total per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, bobot basah polong per tanaman, bobot kering polong per tanaman, bobot basah polong per petak, bobot kering polong per petak, rendemen polong, rendemen biji dan bobot 100 butir biji kering.
Hasil uji F menunjukkan tidak adanya interaksi geno- tipe-lingkungan asal benih yang nyata pada semua peubah. Tidak adanya interaksi genotipe-lingkungan asal benih menunjukkan bahwa seleksi dapat dilakukan pada salah satu lingkungan.
Perbaikan kondisi lingkungan asal benih melalui pemupukan hanya dapat meningkatkan jumlah daun 5 dan 6 MST serta bobot brangkasan, sedangkan pengaruh genotipe terli- hat pada peubah diameter kanopi, jumlah cabang, bobot kering brangkasan, jumlah polong total, bobot basah polong per tanaman, bobot kering polong per tanaman dan bobot 100 biji. Hal tersebut berarti bahwa untuk mendapatkan tanam- an dengan bobot brangkasan tinggi dapat dilakukan dengan pemupukan pada masa pembenihan. Sedangkan pengaruh geno- tipe pada peubah-peubah tersebut menunjukkan adanya kera- gaman pada genotipe-genotipe yang ditanam. Keragaman tersebut merupakan potensi untuk seleksi.
Tanaman kacang bogor menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada musim kemarau dibanding musim hujan karena tanaman ini merupakan tanaman daerah kering. Perbedaan musim ini mempengaruhi penampilan sifat. Hal ini antara lain terlihat dari perbedaan keragaman genetik serta korelasi antar sifat pada kedua musim tersebut…dst
