Produktivitas dan analisis biaya sistem kabel katrol dalam kegiatan penyaradan di hutan tanaman industri
Abstract
Melinjo merupakan salah satu tanaman agroforestry yang banyak manfaatnya. Hampir seluruh bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan, terutama bijinya. Kendala dalam memperoleh tanaman melinjo yang unggul dalam jumlah banyak adalah rendahnya persentase kecambah melinjo (1-2%) dan lambatnya waktu berkecambah (6-9 bulan). Hal ini kemudian diatasi dengan perbanyakan vegetatif secara konvensional dengan stek pangkal cabang, cangkok, sambungan, dan okulasi, namun cara tersebut dapat merusak pohon induk. Untuk itu perlu dilakukan teknik perbanyakan vegetatif lain, salah satunya dengan cara kultur in vitro.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari teknik sterilisasi permukaan eksplan melinje mempelajari teknik induksi tunas dan akar pada stek mikro melinjo. Adapun hipotesis yang digunakan adalah beberapa bahan kimia dapat digunakan untuk sterilisasi eksplan, induksi tunas dipengaruhi oleh hormon sitokinin, induksi akar dipengaruhi oleh hormon auksin.
Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu persiapan penelitian (sterilisasi alat dan air, pembuatan media kultur, dan sterilisasi lingkungan) dan tahap pelaksanaan penelitian meliputi sterilisasi permukaan eksplan, perbanyakan eksplan, induksi tunas, pemanjangan tunas dan induksi akar.
Sterilisasi merupakan salah satu proses penting dalam kultur in vitro, untuk memperoleh eksplan aseptik yang akan digunakan pada tahap induksi tunas. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase eksplan aseptik hidup tertinggi (82,7%) diperoleh pada perendaman dengan deterjen + HgCl 0,1% + bayclin 0,05%, sedangkan terendah (20%) diperoleh pada perendaman dengan deterjen + HgCl 0,2% + clorox 30% + clorox 20%. Rendahnya persentase eksplan aseptik dapat disebabkan karena bahan sterilan tersebut masih kurang...
Collections
- UT - Forestry Products [2465]
