View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengendalian cacat retak di dalam proses pengeringan kayu Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.), kayu Jengkol (Pithecellobium jiringa Jack. Prain.), dan kayu Durian (Durio zibethinus Murr.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (11.56Mb)
      Date
      2012
      Author
      Muhammad, Nur Syamsi
      Priadi, Trisna
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penggunaan kayu rakyat dalam industri kayu perlu didukung dengan teknologi yang tepat untuk menghasilkan kualitas produk yang baik, yang salah satunya adalah teknologi pengeringan. Tanpa pengeringan yang benar kayu sering mengalami cacat seperti retak (check). Oleh karena itu penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui karakteristik cacat retak dalam pengeringan 10 jenis Kayu rakyat dan mendapatkan teknik penanggulangannya melalui perlakuan pendahuluan (pretreatment) sebelum proses pengeringan pada 3 jenis kayu akyat yang paling rawan mengalami cacat retak. Contoh uji yang dibuat berasal dari 10 jenis kayu hutan rakyat yang diperoleh dari perusahaan penggergajian di sekitar Bogor. Kesepuluh jenis kayu tersebut yaitu kayu karet, durian, jengkol, petai, mindi, mangga, rambutan, kapuk, Rangka, dan kayu kecapi. Adapun prosedur pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari tiga bagian yaitu, pengujian sifat fisis kayu menggunakan standar BS 373-1957, pengujian cacat kayu, dan pengujian perlakuan pendahuluan pengeringan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa di antara sepuluh jenis kayu rakyat yang diteliti, kayu durian, jengkol, dan kayu karet merupakan jenis yang paling rentan mengalami cacat retak pada proses pengeringannya. Perendaman dalam larutan urea jenuh memberikan pengaruh yang paling baik dalam mengurangi cacat retak pada proses pengeringan. Sedangkan perlakuan pendahuluan perendaman gliserol, pemanasan dalam minyak, dan penyerutan kayu memberikan pengaruh pengendalian retak yang relatif sama. Perlakuan penyerutan kayu memberikan peningkatan kecepatan pengeringan yang paling besar di antara ketiga perlakuan lainnya, sedangkan perendaman dalam larutan Grea tidak menyebabkan peningkatan kecepatan pengeringan kayu…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143228
      Collections
      • UT - Forestry Products [2466]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository