View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh intensitas pemangkasan dan pengolesan dengan vaseline terhadap daya tumbuh bibit sagu (Metroxylon Sagu Rottb.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (10.14Mb)
      Date
      1989
      Author
      Purwanto, Juniarto Djoko
      Rumawas, Fred
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kehilangan air yang banyak pada anakan sagu merupakan salah satu penyebab kematian anakan yang digunakan sebagai bibit, sehingga pencegahan kehilangan air merupakan salah satu usaha dalam pembibitan sagu. Percobaan ini bertujuan untuk melihat pengaruh intensitas pemangkasan pada anakan sagu dan pengolesan dengan vaseline pada luka bekas pangkasan, terhadap daya tumbuh bibit sagu. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan IPB Cikarawang di bawah naungan yang terbuat dari kerangka kayu dan bambu. Persentase cahaya yang masuk sebesar 25% diatur dengan bilah-bilah bambu. Percobaan ini dilaksanakan mulai pertengahan bulan Oktober 1987 sampai awal bulan Februari 1988. Anakan yang digunakan sebagai bibit berdiameter 10 15 cm, dari jenis sagu tidak berduri yang berasal dari Situ Panjang, Darmaga. Bibit ditanam dalam ember yang berukuran tinggi 32 cm dan diameter 31 cm. Pupuk yang di berikan sebanyak 4.5 g Urea, 4.5 g TSP dan 3.9. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yang diteliti. Faktor intensitas pemangkasan anakan sagu terdiri dari empat taraf, masing-masing anakan dipangkas 10 cm dari bongkol, dipangkas 50 cm dari bongkol, dipangkas 50 cm dari bongkol serta satu daun termuda ditinggalkan dan tidak dipangkas. Sedangkan faktor pengolesan dengan vaseline terdiri dari tidak dioles de- ngan vaseline dan dioles dengan vaseline. Intensitas pemangkasan anakan sagu dan pengolesan dengan vaseline tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah bibit yang hidup pada akhir percobaan (16 MST). Meskipun begitu kehilangan air yang besar pada anakan yang tidak dipangkas, menyebabkan kematian bibit yang besar dan sedikitnya jumlah daun serta akar yang terbentuk. Anakan sagu yang dipangkas 10 cm dari bongkol walaupun memiliki jumiah bibit hidup yang paling banyak tetapi memiliki pertumbuhan akar yang lebih sedikit dan berkurangnya bobot segar anakan yang lebih banyak dari anakan yang dipangkas 50 cm dari bongkol dan satu daun termuda ditinggalkan…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143002
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository