Analisis finansial usahatani gambir : Kasus kecamatan Pangkalan Koto Baru, kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat
Abstract
Komoditas gambir merupakan salah satu komoditas unggulan Sumatera Barat. Dalam menghadapi otonomi daerah, optimalisasi pengembangan komoditas unggulan daerah sangat penting dilakukan. Pada tahun 1999 gambir menempati urutan ke tujuh dari total ekspor Sumatera Barat dengan nilai US$ 3.386.589,00. Dewasa ini tanaman gambir di Sumatera Barat tercatat seluas 14.587 ha, dan 12.244 ha diantaranya terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Kecamatan Pangkalan Koto Baru sebagai sentranya.
Gambir adalah komoditas usahatani rakyat yang telah menjadi komoditas ekspor. Ekspor gambir selama ini ditujukan ke India, Singapura, Pakistan dan beberapa negara lain di Eropa. Bagian tanaman gambir yang bernilai ekonomis adalah getahriya yang mengandung catechine, dan bermanfaat sebagai zat pewarna, campuran cat, ramuan sirih dan untuk obat-obatan. Sebagai usahatani rakyat, usahatani gambir mengalami permasalahan di bidang teknologi, permodalan dan pemasaran. Meskipun demikian masih banyak petani yang menggantungkan hidupnya pada usahatani gambir. Untuk itu perlu dilakukan analisa finansial untuk mengetahui apakah usahatani ini menguntungkan atau tidak dan analisa produksi sebagai dasar untuk mengetahui efisiensi penggunaan input dan upaya pengembangan yang dapat dilakukan…dst
