View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Rencana pengelolaan lanskap kawasan wisata alam Gunung Tujuh, Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi Kerinci, Jambi

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (18.18Mb)
      Date
      2001
      Author
      Nugroho, Mohammad Isro'
      Pramukanto, Qodarian
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Taman wisata atau Kawasan wisata alam adalah kawasan pelestarian atau konservasi alam yang diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian, kebudayaan, terutama rekreasi dan pariwisata. Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan salah satu taman nasional terluas di Indonesia dengan luasan 1.484.650 Ha. Taman nasional ini ditetapkan sebagai taman nasional berdasarkan SK Mentri Pertanian No.736/Mentan/1982 tanggal 14 Oktober 1982. Taman Nasional ini mencakup empat propinsi, antara lain Propinsi Jambi, Propinsi Bengkulu, Propinsi Sumatera Selatan dan Propinsi Sumatera Barat. Dimana di dalamnya meliputi wilayah Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh yang terletak di Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Pengelolaan wisata alam Gunung Tujuh, dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional Kerinci Seblat. Kegiatan magang dilakukan dengan bergabung dalam sistem kerja di Kantor Komponen A dan Balai Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan pengelola kawasan. Tujuan magang adalah untuk mengetahui dan menganalisa suatu permasalahan yang terjadi dilapang berkaitan dengan masalah pengelolaan kawasan serta berusaha untuk mempelajari dan mencari pemecahan masalah. Magang berlangsung selama empat bulan sejak tanggal 22 Februari sampai dengan 22 Juni 2000. Metode kerja yang dilakukan mencakup partisipasi aktif baik di lapangan maupun studio, observasi lapang, wawancara dan studi pustaka. Berdasarkan pengamatan di lapang, pelaksanaan pengelolaan yang dilakukan di kawasan Gunung Tujuh umumnya kurang berjalan dengan baik, hal ini disebabkan belum adanya zonasi kawasan TNKS secara umum, sehingga program pengelolaan berjalan tidak baik. Pengelolaan selama ini lebih diarahkan kepada pemantauan serta pengamanan kawasan dari perambahan hutan. ..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142797
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7633]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository