Perbandingan perilaku menonton dan pengaruh isi siaran televisi pada pelajar dari berbagai tingkat pendidikan : Kasus pelajar di tiga tingkatan sekolah Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina, kotamadya Dumai, propinsi Riau
Abstract
Indonesia sudah memanfaatkan televisi sebagai media komunikasi sejak tahun 1962. Perkembangan televisi yang pesat dengan berbagai pilihan acara, dapat mempengaruhi penggunaan waktu pemirsa untuk melakukan kegiatan lain. Televisi dapat menimbulkan pengaruh positif dan negatif bagi anak-anak. Pengaruh positif antara lain dapat memberikan pengetahuan dan informasi, sehingga anak- anak dapat belajar dari televisi. Pengaruh negatif antara lain berkurangnya waktu untuk melakukan aktivitas sehari-hari, anak-anak menjadi agresif, tidak patuh pada peraturan dan meninggalkan pekerjaan sebelum pekerjaan tersebut selesai.
Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mempelajari perilaku menonton televisi pada pelajar SD, SMP dan SMA, (2). Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menonton televisi pada pelajar SD, SMP dan SMA dan (3). Mempelajari pengaruh menonton televisi terhadap tingkah laku pelajar SD, SMP dan SMA.
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar 1 (SD 1), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina. Kelas yang terpilih adalah kelas VB di SD 1, kelas IIH di SLTP dan kelas IIA di SMU YKPP. Dari masing-masing kelas diambil 20 orang sebagai responden, yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.
Berdasarkan jenjang pendidikan, responden SD dan SMU lebih banyak tergolong penonton ringan, sedangkan responden SLTP lebih banyak tergolong penonton sedang. Responden SD dan SLTP lebih memilih acara hiburan anak, sedangkan responden SMU lebih memilih acara hiburan drama.
Di SD, laki-laki lebih banyak tergolong penonton ringan, sedangkan perempuan tergolong penonton sedang. Di SLTP, laki-laki lebih banyak tergolong penonton ringan dan perempuan tergolong penonton sedang. Di SMU, laki-laki tergolong penonton ringan dan perempuan tergolong penonton ringan dan sedang. Untuk jenis acara, di SD, laki-laki lebih menyukai acara hiburan anak dan perempuan lebih memilih acara hiburan anak, drama dan komedi. Di SLTP, laki-laki ..dst
