Analisis sistem pengembangan agribisnis markisa dan pola kerjasama antar badan usaha dalam pengembangan agribisnis markisa di Malino, Propinsi Sulawesi Selatan
View/ Open
Date
1994Author
Intan, Abdul Harizt
Sunarto
Siregar, Hermanto
Metadata
Show full item recordAbstract
Isu mengenai pengembangan agribisnis/agroindustri muncul sehubungan dengan dijadikannya sektor tersebut sebagai prioritas pembangunan pada PJPT II. Pengembangan agroindustri memang tepat untuk dijadikan prioritas sebab memiliki keterkaitan ke hulu dan ke hilir, padat kerja dan memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat pedesaan yang pada umumnya sebagai petani. Alasan lainnya karena sektor tersebut merupakan salah satu sektor produksi komoditas ekspor non migas Indonesia yang memiliki potensi pasar yang cukup baik. Komoditas markisa, misalnya, mempunyai prospek pasar ekspor yang baik dengan volume permintaan yang cukup tinggi. Namun, potensi permintaan itu belum dapat dipenuhi oleh sistem produksi komoditas tersebut.
Dalam upaya menelaah sistem pengembangan agribisnis markisa maka dirumuskan tiga masalah sebagai berikut: 1) Sejauh mana kinerja sistem pengembangan usahatani markisa mampu mendukung pengembangan agribisnis markisa yang tangguh? 2) Sejauh mana kinerja sistem pengembangan agroindustri markisa mampu mendukung pengembangan agribisnis markisa yang tangguh? dan 3) Kerjasama antar badan usaha sangat diperlukan dalam pengembangan agribisnis markisa. Pola kerjasama yang bagaimana dapat diterapkan dalam upaya menciptakan sistem agribisnis markisa yang tangguh?
Studi ini bertujuan untuk: 1) Menelaah kinerja sistem pengembangan usahatani markisa; 2) Menelaah kinerja sistem pengembangan agroindustri markisa; dan 3) Menelaah pola kerjasama antar badan usaha dalam pengembangan agribisnis markisa.
Pendekatan analisis yang dipakai dalam tulisan ini adalah analisis makro, dengan Sistem Input Output (SIO) dan Sistem Hirarki Keputusan (SHK). SIO dipakai untuk menelaah Kinerja Sistem Pengembangan Usahatani dan Pengembangan Agroindustri Markisa. SHK dipakai untuk menelaah Pola Kerjasama Antar Badan Usaha dalam Pengembangan Agroibisnis Markisa.
