Studi perencanaan tata hijau menurut mental MAP di Kotamadya Surakarta
Abstract
Latar belakang studi ini adalah pentingnya ruang terbuka hijau dan terbatasnya lahan yang dapat ditanami vegetasi di wilayah perkotaan, sehingga diperlukan suatu perencanaan tata hijau dengan pendekatan yang dinamis dan dapat mengakomodasikan pertumbuhan kota.
Studi ini merupakan suatu proses perencanaan dengan alternatif pendekatan mental map (Lynch, 1960), yaitu penataan dan pemilihan tanaman dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota berdasarkan paths, district, nodes, landmark dan edges. Luas ideal RTH dihitung dengan rumus pendekatan kebutuhan oksigen bagi penduduk kota (Gerakis dalam Proyek Pengembangan Kehutanan Daerah, 1978) dan pendekatan stan- dar luas ruang terbuka untuk umum (Simonds, 1983). hasil akhir studi ini adalah berupa rencana konseptual tata hijau kota dalam bentuk gambar dan konsep pengembangan tata hijau pada tapak serta alternatif pemilihan tanaman dan penataannya dalam kota.
Potensi kota yang dapat dimanfaatkan dalam tata hijau ini adalah (1) kondisi biofisik kota (geografi, penduduk, topografi, tanah, iklim mikro dan hidrologi) yang cukup mendukung proses pertumbuhan dan pengembangan tanaman untuk tata hijau; (2) bentuk, pola, zonasi dan orientasi penataan RTH; (3) adanya tempat bersejarah dan tanaman yang mempunyai nilai simbolisme sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi tata hijau. Di samping itu, ada juga beberapa permasalahan yang harus dipecahkan, yaitu terbatasnya ruang terbuka dan masih rendahnya intensitas RTH yang sudah ada. Perkembangan kota terakhir menunjukan ketidakteraturan, terutama pada daerah pinggiran dan adanya kecenderungan untuk mengalihfungsikan dari ruang terbuka hijau menjadi ruang terbangun, dan daerah antik (bersejarah) menjadi daerah komersial.
