View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Uji lima konsentrasi dan frekuensi aplikasi isoprothiolane terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L. Merr.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (7.879Mb)
      Date
      2001
      Author
      Abidin
      Ghulamahdi, Munif
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi aplikasi zat pengatur tumbuh isoprothiolane terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai, serta untuk mengetahui tingkat konsentrasi dan frekuensi aplikasi yang memberi hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Babakan Sawah Baru IPB, Dramaga Bogor dari bulan Maret 1999 sampai dengan bulan Juli 1999. Rancangan yang digunakan dalam percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok dua faktor 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi isoprothiolane yang terdiri dari 6 taraf yaitu 0 ml/l air, 0.4 ml/l air, 0.8 ml/l air, 1.2 ml/l air, 1.6 ml/l air dan 2.0 ml/l air. Faktor kedua adalah frekuensi penyemprotan yaitu 2 kali penyemprotan (15 dan 30 HST) dan 3 kali penyemprotan (15, 30 dan 45 HST). Percobaan dilakukan dalam petak percobaan berukuran 3 m x 2 m dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Hasil percobaan menunjukkan konsentrasi isoprothiolane memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 dan 7 MST.. Konsentrasi 0.4 ml/l air menghasilkan tanaman yang nyata lebih tinggi daripada perlakuan konsentrasi lainnya dengan tinggi tanaman 39.38 cm. Konsentrasi isoprothiolane juga nyata mempengaruhi waktu berbunga tanaman kedelai. Aplikasi konsentrasi 0.4 ml/l air dan 2.0 ml/l air menunjukkan hasil terbaik dengan menghasilkan tanaman berbunga paling cepat yaitu 29.50 HST. Pemberian isoprothiolane tidak berpengaruh nyata terhadap hasil per petak dan hasil per hektar. Meskipun tidak berpengaruh nyata, perlakuan isoprothiolane sebanyak 0.4 ml/l air dapat meningkatkan produktivitas sebesar 0.2831 ton/ha dibandingkan tanpa perlakuan isoprothiolane. Frekuensi aplikasi isoprothiolane dan interaksi antara konsentrasi dan frekuensi aplikasi isoprothiolane juga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. ..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142388
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7625]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository