Analisis kinerja keuangan pada Koperasi Peternakan Bandung Selatan
Abstract
Susu merupakan salah satu produk hasil ternak yang memiliki kandungan gizi terbaik dan memiliki peluang pengembangan yang cukup terbuka. Jika dilihat dari perkembangan produksi susu lokal selama beberapa tahun terakhir ternyata hanya mampu memenuhi di Chawah 50% permintaaan untuk konsumsi masyarakat dalam negeri. Dalam dunia persusuan di Indonesia, koperasi memiliki peranan yang cukup besar dalam produksi susu dalam negeri, karena selama ini IPS (Industri Pengolahan Susu) memperoleh susu segar sebagian besar dari koperasi persusuan dan setelah rasio serap dihapus pada tahun 1998 temyata IPS masih mencari susu segar dari koperasi. Dalam menghadapi kondisi pasar yang makin bersaing, maka dibutuhkan kinerja yang baik bagi koperasi untuk tetap memiliki eksistensi sehingga mampu mencapai tujuan yang telah direncanakannya
Salah satu koperasi yang bergerak dalam bidang persusuan adalah Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS), memiliki beberapa unit usaha yang masing-masing memerlukan dana untuk melaksanakan kegiatannya, terutama unit usaha utamanya yaitu Milk Treatment. Pengelolaan keuangan tentunya menjadi aspek penting bagi KPBS agar mampu mengelola semua potensi yang dimiliki secara efektif dan efisien. Hal ini dapat dilakukan dengan mengetahui kondisi kinerja keuangannya sehingga dapat diambil kebijakan-kebijakan oleh pihak pengurus maupun manajer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan KPBS. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder dari tahun 1995-1999. Data yang diperoleh diolah secara manual dan dengan komputerisasi dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, kemudian dianalisis dengan analisis rasio, analisis trend, dan analisis persentase per komponen untuk mengetahui kinerja keuangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Dari hasil analisis rasio profitabilitas yang terdiri dari enam rasio yaitu GPMR, OMR, NPMR, ROI, RONW, dan SSASER, terlihat lima rasio memiliki kecenderungan yang ..dst

