View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengobatan endometritis non spesifik pada sapi perah

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (4.373Mb)
      Date
      1987
      Author
      Fuaddy, Fahrial
      Partodihardjo, Soebadi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Endometritis adalah peradangan pada selaput lendir ute rus, pada umumnya disebabkan oleh infeksi jasad renik jahat yang masuk kedalam uterus melalui serviks dan vagina serta adakalanya sampai ke endometrium secara hematogen. Endometritis secara alami lebih banyak disebabkan oleh infeksi kuman non-spesifik, yaitu: Streptococcus, Staphylo coccus, E. coli dan C. pyogenes. Streptococcus dan Staphylococcus sering ditemukan pada radang superfisial. E. coli secara normal ditemukan dida- lam feses. Karena penanganan kelainan reproduksi dan Inse- minasi Buatan yang kurang baik E. coli dapat masuk kedalam saluran reproduksi. C. pyogenes umumnya didapatkan pada mukosa saluran genitalia dan masuk kedalam uterus juga mela lui penanganan kelainan reproduksi dan Inseminasi Buatan yang kurang baik. Streptococcus, Staphylococcus dan E. coli bukanlah kuman yang patogen (mild pathogenic) tetapi oleh karena sesu- atu sebab dapat menjadi patogen. Streptococcus, Staphylococcus, E. coli memperlihatkan patogenitas pada kasus derajat satu dan dua. Sedangkan C. pyogenes lebih menyolok pada kasus derajat tiga. Uterus yang mengalami endometritis dapat menghasilkan eksudat sebagai hasil reaksi tubuh dalam menghalau kuman, temperatur menjadi naik. Pada endometritis yang lebih berat akan didapatkan eksudat yang bersifat kataral, mukopurulen, purulen. Keadaan ini mengakibatkan kondisi lokal tidak sesuai bagi ovum dan spermatozoa, sehingga menggang- gu fertilitas dan implantasi. niversity Pada kasus yang ringan sulit dilihat adanya gejala klinis. Jika tidak terlihat eksudat maka perlu diperhatikan keadaan rambut thuft. Kekakuan rambut thuft dapat diambil sebagai petunjuk adanya peradangan. Sedangkan pada kasus yang berat dapat dilihat adanya eksudat yang bersifat muko purulen dari uterus. Umumnya sapi yang mengalami endometri tis telah beberapa kali kawin tapi tidak berhasil bunting…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142339
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository