Pengelolaan produksi terung 'kuro juzen' (Solanum melongena L. di PT Kem Farm Indonesia
Abstract
Tujuan dilaksanakannya magang adalah untuk mempelajari proses produksi terung 'Kuro Juzen' sejak persemaian hingga pengolahan, mengetahui aspek sosial ekonominya, mengkaji masalah yang berkaitan dengan kuantitas, kualitas dan kontinuitas terung 'Kuro Juzen' serta berusaha mencari alternatif pemecahan masalah. Magang dilaksanakan di salah satu perusahaan agribisnis Indonesia yang cukup besar dan telah mampu menembus pasaran ekspor yaitu PT Kem Farm Indonesia. Secara spesifik magang dilaksanakan di Proyek Terung Kuro Juzen' yang merupakan hasil kerjasama PT Kem Farm Indonesia dengan PT Maruta Foods dari Jepang.
Metode yang dipakai adalah metode langsung (data primer) dan metode tidak langsung (data sekunder). Metode langsung meliputi praktek, pengamatan dan wawancara. Metode tidak langsung meliputi pencarian data dari arsip administrasi kebun, arsip administrasi tempat pengolahan dan literatur/studi pustaka. Magang terlaksana sejak tanggal 9 April sampai 12 Agustus 2000 dengan hari kerja efektif 95 hari dan masa kerja 7 jam/hari. Alokasi kerja di pembibitan (Cugenang, Cianjur) sebesar 26.3%, lapang produksi (Cugenang, Cianjur dan Cipanas) sebesar 50.5% dan tempat pengolahan (Parung, Bogor) sebesar 23.2%.
Proses produksi terung 'Kuro Juzen' di pembibitan dan di lapang produksi hampir sama dengan usahatani sayuran lain yang sejenis, kecuali pada teknik penyambungan dimana terung 'Kuro Juzen' (S. melongena Linn.) sebagai batang atas dan takokak (S. torvum Swartz.) sebagai batang bawah. Teknik penyambungan belum umum diterapkan pada usahatani sayuran di Indonesia. Di tempat pengolahan, terung diolah menjadi asinan asazuke dan furuzuke. Proses pembuatannya dimulai dengan penyortiran kemudian pencucian, pemotongan, perendaman dalam larutan garam plus vitamin C plus tawas, di ruang pendingin bersuhu 0°C (1-2 hari), lalu dikemas dan dikirim ke Jepang melalui udara. ..dst

