View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Gambaran kadar tembaga dalam serum darah sapi perah di daerah cisarua, depok dan bogor

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (4.540Mb)
      Date
      1989
      Author
      Prasetyo, Istiyah
      Sugiyanto, R
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tembaga (Cuprum (Cu), Copper) merupakan salah "Trace Elements" atau Unsur runutan yang diperlukan satu untuk proses biologik. Biasanya unsur ini dalam tubuh sedi kit diperlukan, namun tanpa unsur ini sindrom defisiensi spesifik dapat terjadi. Didalam tubuh makhluk hidup mineral ini menunjukkan zat yang esensial yang selalu ditemukan untuk aktifitas enzim. Fungsi tembaga dalam tubuh hewan antara lain diperlukan dalam pembentukan hemoglobin, pembentukan sejumlah protein dan enzim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendefinisikan status tembaga pada sapi perah di daerah Cisarua, Depok dan Bogor dengan melihat konsentrasinya dalam serum darah. Dalam penelitihan ini digunakan 90 sampel darah, dimana dari masing-masing daerah diambil 30 sampel. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan mengguna kan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Konsentrasi normal tembaga dalam Serum darah sapi a- dalah 0,7-1,0 ppm, sedangkan konsentrasi dibawah 0,6 ppm diindikasikan sebagai defisiensi tembaga pada sapi (Tanner et al., 1988). Defisiensi tembaga dapat terjadi karena jumlah tembaga dalam diet tidak mencukupi atau jumlah tem baga dalam diet mencukupi tetapi penggunaannya dalam tu- buh hewan dihalangi (Anggorodi, 1980). Umumnya tembaga hanya sedikit diserap (Jones, 1982), yaitu 30% dari jumlah tembaga yang masuk ke dalam salu- ran pencernaan (Hammond, 1978) dan seluruh penyerapannya terjadi di usus halus, terutama di duodenum dan ileum (Bremner dan Davies, 1978 dalam Ruckebusch dan Thivend, 1980). Penyerapan tembaga dalam usus memerlukan mekanis- me yang spesifik, karena sifat alamiah ion tembaga yang sangat tidak larut (Martin et al., 1983)…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142309
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository