Kualitas habitat kepiting bakau Seyila serrata. S. oceanica dan Scylla tranquebarica di hutan Mangrove RPH Cibuaya, Karawang
View/ Open
Date
1997Author
Sirait, Julita M.
Soewardi, Kadarwan
Bengen, Dietriech G.
Metadata
Show full item recordAbstract
Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang khas, dengan variasi Biofisik lingkungan yang besar, terutama suhu dan salinitas. Karena itu jenis biota yang mempunyai toleransi besar terhadap variasi tersebut yang dapat bertahan hidup, dan kepiting bakau adalah salah satunya. Adanya penangkapan kepiting bakau di alam secara intensif tanpa adanya pengaturan khusus, maka diperkirakan populasinya semakin menurun. Selain penangkapan, luas hutan mangrove yang semakin menurun, karena dialihkan untuk berbagai peruntukan (tambak, industri, dan perumahan) secara langsung akan mempengaruhi populasi kepiting, karena habitat hidupnya yang terganggu dan berubah menjadi ekosistem lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik habitat bagi spesies kepiting bakau, Scylla serrata, S. oceanica, dan S. tranquebarica di hutan mangrove RPH Cibuaya, Karawang. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 Oktober-4 Desember 1996 di kawasan "Silvofishery" Balai Informasi Perhutanan Sosial Payau (BIPSP) Cikiong, RPH Cibuaya dan dikawasan tambak rakyat.
Penentuan stasiun penelitian didasarkan pada gradien salinitas di dalam komponen yang terdapat dalam "Silvofishery" yang meliputi saluran kolam, petak hutan mangrove, dan dengan tingkat kerapatan hutan bakau yang berbeda. Terdapat 8 kolam contoh yang dipilih sebagai tempat pengamatan meliputi: 4 kolam contoh kolam contoh yang dipilih sebagai tempat pengamatan meliputi: 4 kolam contoh dikawasan "Silvofishery" Cikiong dan 4 kolam ditambak milik rakyat. Kolam contoh dikawasan "Silvofishery" mempunyai penutupan mangrove hingga 80% dan tambak milik rakyat mempunyai penutupan mangrove yang bervariasi mulai dari 80% hingga tanpa penutupan mangrove sama sekali (0%).
Dari hasil Analisis Faktorial Koresponden diperoleh informasi mengenai hubungan kelimpahan kepiting bakau dengan kualitas habitat. Spesies Scylla oceanica (001) dengan ukuran antara 10-13,8 cm ditemukan pada lingkungan yang bersalinitas antara 18,4-27,800 dengan kandungan pasir 4,78-9,4%. Kondisi tersebut terdapat pada kolam contoh B, dengan kelimpahan kepiting sebesar 50 ind./ha. Untuk kepiting bakau jenis Scylla tranquebarica (002) dengan ukuran antara 6,2-9,9 cm menyukai,..dst
