Diagnosis status hara tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.)
View/ Open
Date
1996Author
Muttaqiin, Muhammad Zaenul
Sutandi, Atang
Nugroho, Budi
Metadata
Show full item recordAbstract
Permintaan terhadap jahe yang semakin meningkat harus diimbangi dengan peningkatan produksi tanaman. Untuk itu dapat dilakukan upaya perbaikan kesuburan tanah, antara lain melalui analisis jaringan tanaman. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menginterpretasi data analisis tanaman adalah DRIS (Diagnosis and Recommendation In- tegrated System).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara tanaman jahe dengan metode DRIS, kemudian dilakukan per- bandingan dengan hasil interpretasi batas kritis dan ki- saran kecukupan hara.
Percobaan pemupukan NPK masing-masing dengan 3 taraf dosis, yaitu 120, 240 dan 360 kg N/ha (N1, N2 dan N3); 50, 100 dan 150 kg P/ha (P1, P2 dan P3); serta 100, 200 dan 400 kg K/ha (K1, K2 dan K3). Pupuk N yang digunakan ada- lah Urea, dan untuk memberikan tambahan S masing-masing dosis N sebanyak 40 kg N/ha diganti ZA. Untuk P digunakan TSP dan K dengan Kcl. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali dalam blok. Pupuk dasar terdiri dari pupuk kandang 20 ton/ha, kalsit 1 x Al-dd, MgO 50 kg/ha, dan Na-borat 10 kg/ha. Sebagai tanaman indikator digunakan jahe (Zingiber officinale Rosc.) varietas Badak. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok faktorial dengan 3 faktor dan 3 ulangan. ...
