Budidaya tanaman apel di perkebunan besar swasta dan perkebunan rakyat serta beberapa permasalahannya
Abstract
Untuk merangsang/meningkatkan produksi dalam negeri dan menghemat devisa negara, pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan mengenai larangan impor buah-buahan luar negeri termasuk apel (Kompas, 29 Desember 1982 p. 1/12). Kebi jaksanaan pemerintah di atas merupakan tantangan bagi petani, karena petani harus mampu meningkatkan produksi apel dalam negeri untuk menggantikan kedudukan apel impor.
Peningkatan produksi apel dapat dijalankan dengan menerapkan usahatani secara intensif yang membutuhkan modal serta pengetahuan tehnik budidaya cukup tinggi. Petani kecil ternyata tidak mampu melaksanakan usahatani secara intensif karena permodalan dan pengetahuannya rendah, sedangkan petani yang mempunyai modal dan pengetahuan cukup tinggi dapat menerapkan tehnik usahatani secara intensif. Dengan demikian kebijaksanaan larangan impor dikhawatirkan akan lebih menguntungkan para petani yang bermodal dan pengetahuan tinggi saja.
Perkembangan situasi harga jual apel di pasar juga menentukan peningkatan produksi buah apel, terutama harga jual di tingkat petani. Harga jual yang tinggi merupakan suatu insentif bagi petani untuk meningkatkan produksinya, tetapi sebaliknya jika harga jual yang diterima petani nilainya rendah, maka petani kehilangan gairah untuk melanjutkan usahatani yang telah dilakukan.
