Infeksi cacing Ascarid pasa anjing dan kucing, serta hubungannya sebagai zoonosis
View/ Open
Date
1989Author
Utami S., Emmy Regina Hesti
Muchlis, R. Achmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Ada tiga cacing Ascarid yang didapatkan pada anjing dan kucing, yaitu Toxocara canis pada anjing, Toxocara cati pada kucing dan Toxascaris leonina pada anjing dan kucing. Ketiganya mempunyai habitat di usus kecil (Soulsby, 1982).
Manusia dapat bertindak sebagai induk semang paratenik dari kelompok ini, melalui anjing dan kucing yang menderita sebagai sumber infeksi, terutama anak- anak anjing dan anak-anak kucing (Brown, 1975). Dari kelompok Ascarid ini penyebab utama penyakit pada manusia adalah Toxocara canis (Soulsby, 1982). Penyakit pada manusia yang disebabkan oleh kelompok ini dikenal sebagai penyakit 'Visceral Larva Migrans' (Brown, 1975), Toxocariasis (Beaver, 1966).
Penularan pada anjing dan kucing, dapat melalui telur infektif (langsung), induk semang paratenik seperti tikus, kecos, cacing Lanah dan lain-lain (tidak langsung), intrauterin, trans-mammary dan secara fecaloral. Pada manusia, penularan terjadi melalui telur infektif yang tertelan.
Gejala klinis yang tampak pada anjing dan kucing yang terinfeksi oleh kelompok ini, adalah anjing kurus, pertumbuhan terhambat, gelisah, batuk, respirasi meningkat, keluar cairan dari hidung, muntah yang kadang kadang bercampur dengan cacing, icterus, diare, sakit pada abdomen, perut buncit dan kadang-kadang timbul gejala konvulsi (Kelly, 1977).
Pada manusia tanda klinis yang umum terlihat, yaitu batuk, dispnoe disertai demam dan gejala umum lainnya. Kadang-kadang endopthalmitis, retinitis perifer, papilitis, dan konvulsi. Pemeriksaan darah terlihat eosinofilia, leukositosis, hiperglobulinemia dan pemerik saan yang lain memperlihatkan hepatomegali…dst
