Peranan Wanita Pekerja Sektor Informal Dalam Sosialisasi Anak didesa Balumbang Jaya, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor
Abstract
Khusus di daerah transisi "desa-kota", tingkat per- tumbuhan penduduk yang cukup tinggi, pembangunan industri dan pembangunan perumahan (pemukiman) telah menyebabkan semakin menyempitnya lahan pertanian yang dimiliki dan dikuasai petani. Hal ini berpengaruh terhadap pendapatan rumahtangga, sehingga untuk memenuhi kebutuhan rumahtangga sebagian dari mereka baik pria maupun wanita mengalihkan pekerjaan di sektor informal non pertanian, misalnya sebagai buruh, pedagang dan lain sebagainya (Bulkis, 1990).
Ada dugaan bahwa kenyataan ibu bekerja akan membawa perubahan terhadap peranannya dalam mensosialisasi anak. Dengan bekerja maka kesempatan untuk selalu bersama anak dan untuk mensosialisasi anak akan berkurang dibanding ibu yang tidak bekerja. Namun berbagai hasil penelitian mengungkapkan bahwa tidak terlalu penting apakah ibu bekerja atau tidak, yang lebih penting adalah bagaimana ibu tersebut memainkan perannya ketika berkumpul dengan anak-anaknya dan bagaimana menciptakan suasana keluarga bagi anak-anaknya (Wirutomo, 1994).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik individu dan kondisi kerja nafkah wanita pekerja sektor informal, peranan wanita pekerja sektor informal dalam sosialisasi anak, hubungan antara bentuk keluarga, karateristik individu, kondisi kerja nafkah dengan peranan wanita pekerja sektor informal dalam sosialisasi anak. Selain itu juga untuk mengetahui pola sosialisasi anak dalam keluarga wanita pekerja sektor informal.
