View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Keracunan timah (Pb) pada anjing

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (5.503Mb)
      Date
      1989
      Author
      Rushandoko, Prihawan
      Veronica LBL
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Keracunan Pb merupakan kejadian yang umum didapatkan pada hewan peliharaan, terutama anjing dan sapi. Penyebab utama keracunan Pb pada anjing karena menjilat cat yang mengandung bahan dasar Pb, baik cat yang sudah lama mengering maupun kaleng cat yang kosong. Penyebab lainnya meliputi dempul, gemuk, linuleum, pecahan baterei kendaraan bermotor, solder, bola golf, air yang terkontaminasi. Pb dari pipa-pipa, batang kail, mainan anak-anak. Asap knalpot kendaraan bermotor juga memegang peranan penting sebagai penyebab keracunan Pb pada anjing, terutama pada anjing-anjing yang hi dup dekat jalan raya yang ramai. Pb digolongkan sebagai racun yang bersifat kumulatif karena kecepatan absorpsinya jauh lebih besar dari eliminasinya dari tubuh. Anjing bi- sa menderita keracunan melalui jalan pernapasan, pencerna- an dan kulit tubuh. Manifestasi klinis keracunan Pb pada anjing sangat beragam, mulai dari timbulnya gejala klinis hingga terjadinya perubahan-perubahan patologi anatomi. Gejala klinis kera- cunan Pb bisa berupa gejala gastrointestinal maupun gejala syaraf. Adapun pengaruh Pb pada lintasan biokimia adalah menghambat biosintesis haem dan mempengaruhi pematangan sel sel darah merah serta integritasnya. Perubahan-perubahan patologi anatomi berupa lesio-lesio makroskopis dan lesio-lesio mikroskopis. Lesio-lesio makroskopis secara khronis terutama terjadi pada gusi dan tulang yang ditandai dengan adanya "garis timah". Sebagi- an besar Pb akan diendapkan pada tulang terutama tulang yang sedang terbentuk, sehingga tulang-tulang tersebut menjadi rapuh. Lesio-lesio mikroskopis terutama terjadi pada ginjal dengan perubahan degenerasi sampai nekrose epitel tubulus kontortus, sehingga akan mengganggu fungsi filtra- si ginjal yang berakibat pada proteinuria dan glukosuria. Demikian pula pada susunan syaraf pusat terjadi perubahan degenerasi sampai nekrose. Pada organ hati terjadi kerusa- kan ultrastruktural yang akan mengganggu fungsi hati. Secara keseluruhan distribusi Pb yang terserap 60% akan berlokasi di tulang, 25% pada hati, 5% pada ginjal, 3% pada dinding intestinal, 3% lainnya pada retikulo endotelial sistem dan 4% disebarkan menembus jaringan tubuh yang lain termasuk gigi dan rambut…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142020
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository