View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Dirofilaria immitis ( Cacing Jantung ) pada anjing dan tinjauan infeksinya pada manusia sebagai parasit zoonosis

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (4.942Mb)
      Date
      1989
      Author
      Hayanil
      Rumawas, Indrawati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Parasit pada anjing ditinjau dari segi veteriner mem- punyai dua arti penting, yaitu gangguan bagi kesehatan he- wan dan dapat menjadi sumber penyakit bagi manusia (Zoono- sis parasitis). Dipandang dari segi kepentingan manusia maka zoonosis parasitis pada anjing adalah salah satu segi yang penting dan perlu mendapat perhatian, mengingat hewan ini hidup di dalam lingkungan pemukiman manusia. Khusus untuk parasit cacing salah satu diantaranya adalah Dirofilaria immitis. Dirofilaria immitis adalah nematoda parasit pada an jing yang berbentuk lansing dan berwarna putih. Cacing de wasa hidup pada ventrikel kanan jantung dan arteri pulmona lis, mikrofilaria terdapat dalam pembuluh darah dan larva infektifnya hidup dalam tubuh induk semang antara yaitu nyamuk. Manusia diinfeksi oleh cacing ini melalui gigitan nya muk yang mengandung mikrofilaria yang dihisap dari anjing penderita. Berdasarkan lokasi cacing dan lesio yang ditim- bulkannya pada tubuh manusia, penyakit yang ditimbulkannya dibedakan atas "Human Pulmonary Dirofilariasis" dan "Human Extra Pulmonary Dirofilariasis". Lesio dari human pulmonary dirofilariasis berupa gra- nuloma sebesar uang logam (coin) pada paru-paru, dengan ge jala klinis batuk khronis dan sesak nafas diikuti gejala umum lainnya. Pada human extra pulmonary dirofilariasis lesionya be rupa nodul subkutan, tumor payudara dan rahim dan juga per nah dilaporkan pada mata. Diagnosa pada anjing dilakukan terhadap adanya mikro filaria dalam darah, sedangkan pada manusia tidak ditemu kan mikrofilaria dalam darah dan hanya dapat dilakukan de- ngan biopsi jaringan. Belum ada pengobatan yang efektif pada manusia selain dengan biopsi jaringan sekaligus membuang cacingnya. Pence gahan dilakukan dengan pencegahan pada anjing serta pengen dalian vektornya yaitu nyamuk…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141979
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository